HETANEWS

9 Warga AS Ditembak dan Dibakar, Geng Narkoba Meksiko Disebut Lebih Barbar dari ISIS

9 korban tewas pembantaian geng narkoba di Meksiko dimakamkan

Meksiko, hetanews.com - Keluarga korban pembantaian geng narkoba di Meksiko menyebut kelompok itu lebih buruk dan barbar ketimbang ISIS. Sembilan orang, yakni tiga perempuan dewasa dan enam anak-anak, dibantai secara sadis dengan ditembak lalu dibakar di mobil mereka.

Para korban merupakan anggota klan Mormon bekewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Lima di antaranya yakni satu perempuan dewasa dan empat anak merupakan satu keluarga.

Pemerintah Meksiko menyebut mereka terjebak dalam pertempuran antara geng narkoba kartel Juarez dan Sinaloa pada Senin (4/11/2019) untuk memperebutkan wilayah.

Pemakaman para korban Kamis (7/11/2019) dihadiri para pelayat, termasuk dari AS, untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kerabat korban, Risa Lebaron, menyampaikan kesedihan dan kemarahan luar biasa dan mendesak Presiden Meksiko Andreas Manuel Lopez Obrador menerima tawaran Presiden AS Donald Trump untuk menindak para pelaku.

"Saya benar-benar yakin bahwa kebiadaban kartel di Meksiko sudah berpindah ke tahap lebih tinggi. Mereka sama buruknya atau bahkan lebih buruk dari ISIS. ISIS masih memiliki ideologi," kata perempuan 65 tahun yang kehilangan sepupu dan keponakan itu, dikutip dari Reuters, Jumat (8/11/2019).

"Mengapa mereka melakukan ini? Karena keserakahan atau murni kejahatan," ujarnya, menambahkan.

Lebih lanjut dia menegaskan Meksiko perlu mendapat bantuan dari luar negeri, termasuk PBB, untuk membasmi para kartel narkoba yang semakin biadab.

"Ini sudah sangat di luar jangkauan, kami seperti tinggal di Afghanistan, 160 km dari perbatasan AS. Mereka harus memusnahkan orang-orang jahat ini dari Meksiko, seperti koalisi yang menyerang Suriah dan tempat-tempat ini," katanya.

Kerbat korban lainnya, Julian Lebaron, mengatakan, Meksiko tak akan bisa menyelesaikan masalah kartel narkoban ini seorang diri.

"Jika Amerika Serikat atau Kanada menawarkan bantuan kepada kami, atau jika makhluk luar angkasa menawarkan bantuan kepada kami, tentu kami akan menerimanya," katanya, kepada stasiun televisi Uno TV.

Sebelumnya Presiden Obrador mengaku yakin bisa menyelesaikan masalah keamanan dalam negeri tanpa bantuan asing. Meski demikian, dia membuka pintu FBI untuk bekerja sama mengungkap pembunuhan sembilan warga AS.

Lebih dari 250.000 warga Meksiko terbunuh dalam kekerasan yang meningkat sejak pemerintah mencanangkan perang terhadap narkoba pada 2006. Di antara mereka merupakan korban dari perang antargeng.

sumber: inews.id

Editor: sella.