HETANEWS

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Jaringan Aceh-Jakarta

Ilustrasi Hukuman Mati Kasus Narkoba.

Jakarta, hetanews.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati satu tersangka yang berperan sebagai pengendali peredaran ganja jaringan Aceh-Jakarta. Jaringan ini dibongkar polisi pada 28 Oktober.

Awalnya polisi menangkap seorang kurir bernama Yopi di Jakarta. Saat itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 142 bungkus ganja. Selanjutnya, polisi kembali menangkap dua tersangka lainnya yakni Ghazali dan M. Amin Yunus di Aceh.

"Kita melakukan penangkapan lagi terhadap tersangka Ghazali dan M. Amin Yunus di Kabupaten Pidie Aceh. Mereka ini pengirim barang ke tersangka Yopi dari Aceh ke Jakarta," kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani saat dikonfirmasi, Jumat (8/11).

Berdasarkan keterangan dua tersangka yang ditangkap di Aceh, Ghazali diketahui berperan sebagai kurir suruhan bos ganja di Aceh bernama Muriandi. Ghazali juga diketahui menyuplai ganja kepada Yopi atas perintah Muriandi.

"Ghazali ini mendapat perintah untuk mengirim barang oleh Muriandi yang juga sebagai pengendali jaringan ganja yang dikirim dari Aceh ke Jakarta," ungkap Fanani.

Polisi juga berhasil menangkap Muriandi di Aceh dan membawanya ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, polisi meminta Muriandi menunjukan keberadaan Burhan yaitu sopir pengantar 310 bungkus ganja.

  • Punya Ladang Ganja 10 Hektare

Ketika ingin menunjukan keberadaan Burhan, Muriandi sempat melawan petugas. Sehingga, polisi menembak Muriandi hingga tersangka dinyatakan tewas. Polisi kini masih mencari keberadaan Burhan.

"Polisi memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara, namun tidak dihiraukan tersangka (Muriandi). Kemudian, dilakukan tindakan tegas ke tersangka Muriandi," kata Fanani.

"Tersangka Muriandi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, namun tim dokter menyatakan tersangka Muriandi sudah meninggal," lanjutnya.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani mengatakan satu tersangka M memiliki ladang ganja seluas 10 hektar di kawasan Aceh.

"(Muriandi) adalah bos ganja, pemilik ladang ganja. Tersangka memiliki ladang ganja di Aceh seluas 10 hektare," kata Fanani saat dikonfirmasi, Jumat (8/11).

Muriandi juga diketahui sebagai residivis kasus peredaran narkoba jenis sabu. Dia pernah ditahan di Lembaga Permasyarakatan Salemba di Jakarta Pusat.

"Tersangka ini (Muriandi) adalah residivis kasus 5 kilogram sabu. Dia masuk rutan tahun 2000 dan keluar tahun 2005," ungkap Fanani.

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.