HETANEWS

Beli Sabu untuk Dipakai, Yogi Divonis 18 Bulan

Terdakwa saat meninggalkan ruang sidang, diiringi jaksa, Viktor Purba. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Yogi Rahmat (24), terbukti membeli sabu untuk dipakai, akhirnya divonis 18 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalaninya.

Putusan itu, dibacakan ketua majelis hakim, Novarina Manurung SH, di PN Simalungun, Rabu (6/11/2019), didampingi dua hakim anggota, Mince Ginting SH dan Hendrawan Nainggolan SH.        

Warga Bangun Sari, Kecamatan Lima Puluh ini, dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI no 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Yogi ditangkap petugas, pada Selasa, 28 Mei 2019 lalu, saat baru pulang membeli sabu dari Alul (DPO), di Simpang Gambus Batu Bara, seharga Rp.150 ribu.

Kepada petugas, saksi Marudut Nababan dkk, dari Satres Narkoba Polres Simalungun, Yogi juga mengaku baru pulang membeli sabu dari Alul.            

Sabu disita dari dalam  bungkusan biskuit hatari. Rencananya, sabu itu akan digunakan bersama temannya, Togu, di Perdagangan. Sabu seberat 0,17 gram (bruto) dinyatakan untuk dimusnahkan.              

Sedangkan sepeda motor Yamaha Vixion yang digunakan sebagai alat transportasi untuk membeli sabu, dinyatakan dikembalikan kepada yang berhak. Sebelumnya, JPU Viktor Purba SH, menuntut terdakwa, 2 tahun penjara.          

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa menyesal dan belum pernah dihukum.          

Atas putusan hakim, terdakwa dan jaksa, diberi kesempatan 7 hari untuk pikir - pikir, terima ataupun banding. Sidang dibantu panitera, Marthin SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.