Siantar, hetanews.com - Dinas Lingkungan Hidup [DLH] Pematangsiantar turun meninjau lahan Pabrik PT Agung Beton. Tim pencegah kerusakan lingkungan  masih menunggu hasil uji lab atas adanya keluhan warga terkait pencemaran udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dedi Tunasto Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk menguji emisi udara. DLH, kata dia, turun setelah adanya keluhan dari warga sekitar pabrik.

"Pencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan sudah turun. Jadi kita tunggu lah hasil lab-nya," kata Dedi, Rabu (6/11/2019).

Disamping itu, kata Dedi menambahkan, pihak perusahaan dan warga setempat juga sudah membuat kesepakatan. Pihak perusahaan berjanji akan memperbaiki lahan pabrik.

"Mereka [PT Agung] berjanji membuat jalan, itu jalan diaspal. Kemudian nanti ada tempat pencucian truk, supaya dibersihkan dulu sebelum keluar," ungkapnya.

Selama peninjauan, DLH Sempat meminta aktivitas PT Agung Beton dihentikan untuk sementara. Meski demikian, pihak PT Agung membandel, "Kita sempat bilang jangan beraktivitas dulu. Tapi nanti kita suruh lagi lah anggota ke lapangan,"tutupnya.

Pabrik PT Agung Beton berada di Jalan Medan Km 8 Kelurahan Tambun Nabolon Kecamatan Siantar Martoba. Warga seputan pabrik merasa terganggu karena pecemaran udara yang berasal dari kendaraan berat milik Agung Beton yang lalu lalang. 

Kendaraan berat tersebut membawa material lumpur dan batu kerikil yang berasa dari pabrik, kemudian menempel di sepanjang aspal, sehingga membuat jalanan menjadi berdebu. 

Sumiarsih, salah seorang warga setempat yang terdampak atas udara berdebu mengaku usaha rumah makan miliknya tak lagi laku. Tak hanya itu, salah seorang cucu-nya terkena gangguan pernapasan.

Baca juga: Jalan Berdebu Ancam Kesehatan Warga RT 003