HETANEWS

Jokowi Ajak Perbankan Segera Turunkan Bunga Kredit

Presiden Joko Widodo.

Jakarta, hetanews.com - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuannya sejak Juli hingga Oktober sebanyak lima kali atau 1 persen menjadi 5 persen. Namun, perbankan masih belum merespons dengan penurunan suku bunga kredit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meminta pelaku perbankan agar segera mengikuti langkah BI untuk memangkas suku bunga kredit. Hal ini agar perbankan bisa lebih leluasa menyalurkan kredit ke pelaku usaha.

"Saya mengajak untuk memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit," ujarnya saat membuka Indonesia Banking Expo di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Suku bunga kredit yang rendah dibutuhkan supaya investor tertarik melakukan ekspansi bisnis. Saat ini, bunga kredit di Indonesia masih tinggi bila dibandingkan negara-negara tetangga yaitu 10-11 persen sedangkan Thailand hanya 7 persen.

"Negara lain sudah turun, turun, turun, kita BI-rate sudah turun, bank-nya belum. Ini saya tunggu," kata dia.

Seperti diketahui, suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih menyimpan uangnya di bank daripada investasi. Sebaliknya, suku bunga rendah menjadi insentif untuk melakukan investasi. Dengan investasi yang besar, ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi.

Hal yang sama juga pernah diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo. Dia mengatakan, dengan diturunkannya suku bunga acuan maka akan ada potensi peningkatan kredit dari pelaku usaha. Oleh karenanya, Perry berharap bank segera melakukan penyesuaian terhadap suku bunga acuan ini.

Meskipun demikian, ia menyadari bahwa penyesuaian suku bunga deposito dan kredit memerlukan waktu yang tidak singkat

"Kami harapkan bank-bank juga akan menurunkan suku bunga deposito dan kreditnya. Sehingga bisa mendorong penyaluran kredit. Meskipun kami paham ini memerlukan waktu, tapi jangan lama-lama," ujarnya di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Kamis, (19/9/2019).

sumber: inews.id

Editor: sella.