HETANEWS

8 Pria di Jembrana Dibekuk Polisi saat Asyik Pesta Ganja

Polres Jembrana tangkap Delapan Pria Saat Pesta 2 Kg Ganja.

Bali, hetanews.com - Polisi membekuk delapan orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja di Jembrana, Bali. Mereka di rumah milik I Ketut Anugraha yang berlokasi di Banjar Anyar Tengah, Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana, Bali, pada Sabtu (2/11) sore.

Saat ditangkap, 8 Orang tersebut tengah asyik menggelar pesta ganja dengan barang bukti ganja seberat 2 Kg. Delapan pelaku yang berhasil diamankan di antarannya, Richard Wahyu Pradiyantono (21) asal Bekasi, Muhamad Diansah (20) asal Jawa Barat, Petrus Ridanto Busono Raharjo (42) asal Bantul, Muhammad Ali Nurdin (27) asal Medan, Mahmul Arbiansyah Gultom (20) asal Bekasi, I Ketut Anugraha (49) asal Banjar Anyar Tengah, Desa Penyaringan, Mendoyo, I Gede Dody Suhendra(37) asal Desa Asahduren, Pekutatan dan I Gede Juliada Negara (31) asal Desa Dangintukadaya, Jembrana.

"Mereka berhasil kita amankan berkat informasi dari warga yang menyampaikan bahwa ada beberapa pria berkumpul dan dicurigai sedang pesta narkoba," kata Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, Rabu (6/11).

Penangkapan para pelaku berawal dari informasi masyarakat. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan para pelaku.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa daun, batang dan biji ganja kering serta ganja cair hasil olahan pelaku dengan total berat mencapai 2 kg.

Petugas juga berhasil menyita barang bukti lainnya di antaranya, alat penanak untuk mengolah daun ganja menjadi ganja cair, kipas angin untuk mendinginkan olahan ganja, saringan dan beberapa buah HP.

"Kini semua pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Jembrana untuk proses lebih lanjut," ujar Adi Wibawa.

Para pelaku dijerat dengan pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU RI Nomer 35 tahun 2009 Tentang Narkotika jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan pidana denda maksimum Rp 8 Miliar.

Sumber: merdeka.com

Editor: suci.