HETANEWS

Virus Kolera Babi Menyebar di Sumut, Total 4.047 Ternak Mati

Medan, hetanews.com - Virus kolera babi makin menyebar di Sumatera Utara (Sumut). Tercatat 4.047 ekor babi mati karena virus ini dari September hingga awal November.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap mengatakan penyebaran virus bisa makin meluas karena sebagian peternak membuang babi mati ke sungai. Padahal, menurut dia, bangkai babi seharusnya ditanam.

"Penyebaran virus ini melalui udara. Jika bangkai tidak ditanam, maka virus akan semakin menyebar. Saat ini sudah sebelas daerah yang terkena," kata Harahap seusai rapat dengan Komisi E DPRD Sumut, gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (5/11/2019).

Kasus pembuangan bangkai babi ke sungai itu semula diketahui terjadi di beberapa kabupaten di kawasan Tapanuli. Namun belakangan bangkai-bangkai babi juga sudah ditemukan di aliran sungai di Medan, seperti di Sungai Bedera, Medan Marelan.

Pembuangan bangkai secara sembarangan ini, menurut Harahap, akan membuat upaya menghadang penyebaran virus makin sulit. Berbagai upaya dilakukan, termasuk disinfektan dan pemberian vaksin kepada ternak di berbagai daerah.


Petugas, menurut Harahap, akan makin memperluas cakupan pemberian vaksin. Terutama daerah yang kini terjangkit di antaranya Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Karo, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.


Selain itu, kata Harahap, pihaknya sudah meminta pemkab/pemkot membuat posko penanganan. Dengan begitu, penanganan kasus bisa dilakukan lebih cepat.

Sumber: detik.com

Editor: tom.
Komentar 1