Samosir, hetanews.com - Rapat yang berlangsung di Kantor P2KD Desa Lumban Suhi - Suhi Dolok, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, guna menindaklanjuti surat keberatan calon Kepala Desa (Kades) nomor urut 1, Tamin Sinabariba atas penyelenggaraan Pilkades di TPS 1 Lumban Suhi - Suhi Dolok, Senin (4/11/2019).

Selain Panitia Pemilihan Kecamatan, turut hadir BPD Lumban Suhi - Suhi Dolok, Tamin Sinabariba, saksi Horasman Sijabat, Ketua KPPS 1, Pulonius Sihaloho dan Sekretaris Kecamatan, Ronalven Sinabariba dan juga para pendukung calon Kades nomor urut 1.

Keberatan Tamin Sinabariba, berawal dari munculnya pemilih yang tidak terdaftar di DPT dan DPTB yang dikeluarkan P2KD Desa Lumban Suhi - Suhi Dolok.

Tamin curiga adanya indikasi kecurangan, pada penyelenggara yang meloloskan pemilih, Priska Simanihuruk yang hanya menunjukkan fotocopy Kartu Keluarga (KK), tanpa menunjukkan KTP elektronik, sebagai identitas diri pemilih.

Belin Sinaga, ketua P2KD, menolak untuk diwawancarai oleh wartawan ketika ditemui usai pertemuan di kantor P2KD. (foto/stm)

Panitia Pemilihan Kecamatan dalam keterangannya, mengatakan, bahwa pemilih dapat menggunakan hak pilihnya, jika membawa dan menunjukkan KK dan atau KTP elektronik, sesuai bunyi Peraturan Daerah Kabupaten Samosir Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Tamin Sinabariba, sangat heran dengan munculnya daftar hadir pemilih tambahan yang dikeluarkan oleh Ketua KPPS 1, pada hari pemilihan, Kamis, 31 Oktober 2019, lalu.

“saya sangat heran, apakah terbitnya ‘daftar hadir pemilih tambahan’ yang dikeluarkan oleh Ketua KPPS 1 juga diatur dalam petunjuk tehnik Pilkades dalam Perda/Perbub Nomor 3 Tahun 2016 tersebut? Karena P2KD tidak pernah mensosialisasikan hal tersebut sebelumnya,”ujar Tamin, kepada awak media, setelah keluar dari ruang pertemuan Kantor P2KD.

Saksi nomor urut 1, Horasman Sijabat, kepada awak media Hetanews.com mengatakan, dia sempat protes kepada Ketua KPPS 1 atas kehadiran pemilih, Priska Simanihuruk yang akan menggunakan hak pilihnya yang hanya membawa dan menunjukkan fotocopy KK, tanpa menunjukkan kartu keluarga ali dan KTP elektronik.

Priska Simanihuruk, pergi menggunakan sepeda motor, ketika hendak diwanacarai wartawan. (foto/stm)

“Yang saya ketahui, bahwa Priska Simanihuruk sudah lama tinggal di Jakarta. Dia (Priska-red) baru beberapa hari tinggal di Lumban Suhi - Suhi Dolok dan tidak dapat menunjukkan KTP elektroniknya, sebagai penduduk Desa Lumban Suhi - Suhi Dolok pada saat hendak memilih,” kata Horasman.

P2KD, Berlin Sinaga dan Sekretaris Camat Pangururan, Ronalven Sinabariba, menolak saat dimintai keterangan oleh awak media, dengan alasan kurang enak badan, seusai pertemuan, di kantor P2KD.

Begitu juga dengan Priska Simanihuruk, juga tidak bersedia diwawancarai oleh hetanews.com dan memilih pergi menggunakan sepeda motor yang dibonceng oleh rekannya.