HETANEWS

Dugaan Pengutipan Dana BOS Disdik Pematangsiantar

Ali Hasan Siregar

Siantar, hetanews.com - Dugaan pengutipan dana BOS mengatasnamakan Dinas Pendidikan Pematangsiantar terungkap saat pertemuan belasan orang Kepsek dengan anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar. Kabid Paud Dikdas, Ali Hasan buang badan dan menyebut itu urusan Kepala Dinas dan Sekretaris.

Terungkap, dugaan pengutipan uang sebesar Rp 7 ribu per siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 periode dana BOS tahun 2017/2018 melalui K3S [kelompok kerja kepala sekolah].

Sementara diketahui SPJ BOS atau laporan dana BOS tahun 2017/2018 sudah berlalu dan sudah diperiksa inspektorat.

Dalam pertemuan dengan komisi II, dijelaskan SKHU [surat keterangan hasil ujian] kelas 6 dari dinas harus dibayar Rp 6 ribu per siswa. 

Sementara SKHUS sudah dibuat oleh sekolah masing masing dan diserahkan ke siswa kelas 6 yang mendaftar ke SMP. 

Padahal SKHU dari dinas datangnya terlambat sekali dan tidak dapat digunakan lagi untuk mendaftar ke SMP. 

Terkait itu, Kabid Paud Dikdas, Ali Hasan Siregar membantah. "Tanya Kepada Dinas dan Sekretaris lah. Kalau saya kan kalian tau lah bagaimana," ucapnya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (5/11/2019).

Dia juga mengakui jumlah sekolah dasar di Pematangsiantar sebanyak 160 sekolah. Diantaranya 116 sekolah negeri dan 44 sekolah swasta. Penerima dana Bos itu sekolah swasta dan negeri. 

Meski begitu, Ali tak menjelaskan berapa jumlah siswa dalam satu kelas dan total seluruhnya siswa sekolah dasar di Pematangsiantar.

"Kalau kami [Disdik] gak ada menyuruh pengutipan. Yang membagikan itu [dana Bos] kan pihak sekolah. Itu gak pernah, gak pernah ada dinas pendidikan," katanya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kadis Pendidikan Edy Noah Saragih dan Sekretaris Rosmayana tidak ada di ruang kerjanya. Kepada wartawan, seorang pegawai yang bertugas mengaku keduanya sedang tugas luar di kota Padang dan Jakarta.

Baca juga: Pejabat Eselon III Ini Dilantik Ulang Sekda Kota Siantar, Ini Alasannya

Penulis: gee. Editor: edo.