HETANEWS

Menjadi Polemik Dua Mesjid, Pemdes Limbong Disebut "Tak Mampu Selesaikan"

Sukarmanto, selaku Kepala Sekolah Aliyah yang juga katanya Wakil Ketua MUI saat sebagai khotib Sholat Jumat. (foto/dmk)

Sergai, hetanews.com - Dua Masjid di Dusun V Raya Dolok, Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, terus saja memicu polemik di dusun tersebut.

Sebab dua masjid di sana, disinyalir dapat memicu perpecahan antar warga, maupun umat muslim di sana.

Tidak tanggung -  tanggung, permasalahan ini sudah berlangsung sekitar 10 tahun lamanya. Namun, baik dari Muspika dan Pemdes Limbong, sepertinya tidak mampu menyelasaikan permasalahan tersebut.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, Sukarmanto, selaku Kepala Sekolah Aliyah dan juga disebut - sebut sebagai wakil ketua MUI Dolok Merawan, dengan alasan yang tidak jelas, tetap tidak mau bergabung ke mesjid besar.

Sukarmanto dan 3 orang makmumnya, tetap saja melaksanakan ibadah Sholat Jumat selama hampir 10 tahun lamanya. Padahal, jarak masjid di sana, hanya sekitar 200 meter.

Menurut warga di sana, jika hal seperti ini tetap dibiarkan, besar kemungkinan akan menimbulkan perpecahan umat muslim atau antar warga di sana.

Baca juga: Hanya karena "Egois", Warga di Desa Limbong Tetap Laksanakan Sholat Jumat dengan 3 Orang Makmum

"Kami hanya ingin Sukarmanto dan rekan - rekannya mau bergabung ke mesjid besar. Mesjid di sana difungsikan mejadi mushola. Itu saja,"ungkap warga, seraya mengatakan "Muspika maupun MUI kabupaten dapat menyelesaikan permasalahan ini, sebelum warga yang bertindak.

Sementara itu, banyak kalangan masyarakat di sana, menilai Pemdes Limbong, tidak mampu menyelasaikan permasalahan ini. Mengingat permasalahan ini sudah hampir 10 tahun lamanya. "Kami menganggap Kepala Desa Limbong tidak mampu menyelasaikan permasalahan ini, karena inikan sudah lama,"tutur warga yang tidak mau ditulis namanya.

Menganggapi hal ini, Plh Kades Limbong, Taufik Hidayat saat dikonfimasi hetanews.com via WhatsApp, Senin (4/11/2019) tidak mau menjawab alias "bungkam".  

Penulis: dmk. Editor: gun.