HETANEWS

Setelah Buron 40 Hari, Pasutri Penipu Diancam Bervariasi

Terdakwa Kardo saat digiring petugas dan istrinya (crop). (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Pasangan suami istri (Pasutri) yang sempat DPO selama 40 hari, dituntut bervariasi oleh jaksa, di PN Simalungun, Senin (4/11/2019).

Ricardo Simanjuntak als Kardo (47), dituntut 4 tahun, sedangkan istrinya, Monita Siska Suherli Pulungan als Mak Dita (37), dituntut 1 tahun 8 bulan.

Tim Jaksa, Hiras Affandi Silaban dan Barry Sugiarto SH, mempersalahkan keduanya, dengan pasal 378 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.  Pasutri ini, terbukti melakukan penipuan terhadap saksi korban, Dr. Kristin Riviera Mart Nahampun MM, sebanyak Rp 235 juta.

Penipuan itu, dilakukan pasutri ini, pada bulan Nopember 2017 dan Januari 2018, lalu.

Dengan bujuk rayu, kedua terdakwa menemui saksi korban, di rumah prakter Dr.Diklanto Silaen, di jalan besar Sarimatondang Sidamanik.

Para terdakwa berhasil membujuk korban dengan janji akan dibayar setelah 3 bulan. Uang yang dipinjam dengan cara, Rp.25 juta, keesokannya juga Rp.25 juta, lalu Rp.35 juta dan seterusnya hingga total mencapai Rp 235 juta. Setelah 3 bulan lebih, pasutri ini berdalih dengan mengatakan "gak ada uang kami lagi,"katanya.

Pemberian uang disaksikan oleh Dr.Diklanto dan stafnya, juga bukti kwitansi tanda penerimaan uang. Korban lalu melaporkan hal ini ke pihak berwenang dan keduanya diproses sesuai hukum.

Sidang dipimpin, hakim Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH, ditunda seminggu untuk pledoi (nota pembelaan).

          

Penulis: ay. Editor: gun.