HETANEWS

Akibat Kabar Soal Virus Kolera, Pedagang Babi Di Siantar Mengeluh Penjualan Turun 80 Persen

Daging Babi yang dijual di Pasar Horas.

Siantar, hetanews.com - Para pedagang babi di Kota Siantar, menjerit. Ini lantaran omset penjualan mereka menurun drastic bahkan hingga 80 persen. Penurunan ini akibat adanya kabar soal virus kolera dalam ternak babi yang terserang virus kolera. 

Salah satu pedagang babi di Gedung IV Pasar Horas, Hotmaria boru Marpaung kepada kru media ini, Senin (04/11/2019), tak menampik penurunan daya beli terhadap daging babi.

"Sepi kali bang. Abang lihat sendirilah,"kata Hotma sembari memegang keningnya. 

Dikatakan Hotma tingkat penurunan omset mencapai 80 persen dari biasanya.Tentu saja ini membuat rekan sesama pedagang babi menjerit. Padahal, sebut dia, sebelum ternak babi disembelih, sudah lebih dulu dipastikan bebas dari bakteri tersebut.

" Ternak babi yang dipotong untuk diperdagangkan itu berasal dari PT. Jadi bukan sembarangan. Sehingga kesehatan ternak diyakini steril serta bebas dari bakteri kolera," tutur Hotma.

Hotmaria pun berharap agar Pemko Siantar melalui instansi terkait mengambil tindakan terkait persoalan ini supaya penderitaan pedagang babi tidak berkelanjutan. 

"Belum ada pihak Pemko Siantar melalui instansi terkait yang turun kemari untuk mengechek kondisi daging babi yang kami jual. Jadi kalau ada penjelasan dari Pemko kalau daging babi yang kami jual steril dan bebas dari bakteri kolera setelah melakukan pengechekan, mungkin pedagang gak sampai sesepi sekarang ini,"sebutnya. 

Ditanya apakah para pedagang menerima surat edaran, Hotmaria Marpaung tak menampiknya. 

"Ada. Tapi hanya memberikan surat,"ujarnya mengakhiri.

Disisi lain, para pedagang babi memang sudah menerima surat dari pihak Pemko Siantar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  tertanggal 31 Oktober 2019 lalu.

Surat edaran yang bersifat penting ini berisi beberapa himbauan. Dimana pedagang dilarang mengedarkan atau memasarkan daging ternak babi yang terindikasi penyakit Hog Cholera ke pasar-pasar di Kota SIantar dengan gejala adanya bintik-bintik biru daerah kulit (kulit kerumunan).

Kemudian apabila edaran ini tidak dilaksanakan dengan baik maka dinas terkait akan memberi tindakan yang tegas kepada pedagang.

Penulis: tom. Editor: tom.