HETANEWS

Larangan Memasarkan Daging Babi terindikasi Kolera

RPH Pematangsiantar, Rabu 21 November 2018

Siantar, hetanews.com - Dinas ketahanan pangan dan pertanian Pematangsiantar mengeluarkan surat edaran kepada pedagang daging dan peternak babi. Surat edaran ini sehubungan dengan adanya wabah penyakit hewan menular kolera babi.

Pemerintah kota Pematangsiantar melalui dinas ketahanan pangan merespon beredarnya wabah kolera babi atau Hog Cholera. Dinas ketahanan pangan melalui surat tertanggal 31 Oktober 2019 menghimbau pedagang ternak babi agar:

Dilarang mengedarkan atau memasarkan daging ternak babi yang terindikasi penyakit Hog Cholera di pasar-pasar di Pematangsiantar, dengan gejala adanya bintik-bintik biru didaerah kulit [kulit kerumunan].
Baca juga: Ketua Fraksi Demokrat Kritik Pemko Siantar, Tidak Serius Kelola RPH

Melalui surat edaran yang ditandatangani, Ali Akbar selaku Kepala Dinas, mengultimatum bila surat edaran tidak dilaksanakan dengan baik, maka dinas terkait akan memberikan tindakan tegas kepada pedagang.

Meski begitu, sejauh ini belum ada informasi ditemukan tanda tanda terjangkitnya kolera babi di Pematangsiantar. 

Walaupun demikian, Dinas ketahanan pangan dan peternakan Sumut menyebut 7 Kabupaten yang terjangkit kolera babi, yakni; Dairi, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Karo, Deliserdang dan Sergei.

Baca juga: Puluhan Ekor Babi di Sumut Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Hog Cholera

Penulis: gee. Editor: edo.