Asahan, hetanews.com - Meluapnya air sungai sampai kepermukaan dan pemukiman warga akibat dari intensitas dan curah hujan yang tinggi, beberapa pekan terakhir, berdampak pada tergenangnya 8 Desa di 6 Kecamatan, yang ada di Kabupaten Asahan, Sumut.

Adapun pembagiannya yakni, 6 Desa di 3 Kecamatan, masing-masing Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silau Laut, Desa Piasa Ulu, Desa Terusan Tengah, Desa Tinggi Raja, Kecamatan Tinggi Raja.

Kemudian, Desa Prapat Janji, Kecamatan Buntu Pane, Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji, dengan ketinggian air bervariasi mencapai rata-rata 20 cm hingga 1 meter di atas permukaan tanah.

Jalan penghubung Kisaran - B.P. Mandoge terhambat karena pohon besar tumbang dan menutup separuh badan jalan. (Foto/Rendi).

Disamping itu, dampak lanjutan juga terjadi pada hari Sabtu (2/10/2019), sekira pukul 07.00 WIB, tanah tebing jalan menjadi longsor dan menutupi badan jalan umum di titik lokasi Jalinsum Kisaran – Bandar Pasir Mandoge yang terletak di Dusun V Desa Lestari, Kecamatan Buntu Pane dengan ketinggian lebih kurang 5 meter dan lebar lebih kurang 2 meter.

"Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas pengguna jalan menjadi macet dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Sebagai upaya penanganan siaga bencana banjir, Tim BPBD Kabupaten Asahan yang difasilitasi Fasilitator Daerah Desa Tangguh Bencana BPBD Provinsi Sumatera Utara,"ucap Plh Kepala BPBD Asahan, Jhon Hardi Nasution, M.Si kepada hetanews.com, Sabtu (2/10/2019).

Peran Serta Babinsa TNI Dipresiasi Warga

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Tanjungbalai tepatnya di Desa Kapias Batu VIII, Danramil 08/PB, Kapten Inf. Victor Hutagaol melalui personil Babinsa, Serda Edyanto, bersama dengan Perangkat Desa setempat,  melakukan kegiatan gotong-royong pembersihan saluran dan aliran serta memeberikan bantuan berupa alat medis dan sembako.

Pihak TNI AD bersama instansi terkait saat melakukan pembersihan aliran anak sungai Asahan. (Foto/Ist).

"Kita (TNI, red) bersama dengan pihak BPBD Asahan turut andil dalam meringankan beban masyarakat disini. Adapun dukungan yang kita berikan, selain bantuan materil, kita juga melakukan gotong royong bersama warga setempat," ucap Serda Yanto.

Terpisah, salah seorang warga setempat bernama Lasmi (67) mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak terkait.

Janda 2 anak tersebut menyampaikan apresiasi kepada personil Babinsa yang telah membantu desanya serta meringankan beban keluarganya.

Lasmi (67) seorang janda yang terdampak banjir menerima bantuan dari personil Babinsa Koramil 08/PB. (Foto/Ist).

Serupa dengan Lasmi, Imron (31) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada para personil TNI yang secara sukarela membantu mengurangi air yang menggenangi sawahnya.

“Alhamdulillah Bang, sesuai motto TNI bersama rakyat TNI kuat, inilah salah satu bentuk nyatanya Bang, gak selamanya kita yang wong cilik iki (rakyat kecil ini, red) harus pasrah dengan keadaan, buktinya berkat bantuan Bapak-bapak Tentara ini, akhirnya air yang menggenangi sawah Saya, perlahan-lahan surut,"ucap Imron lirih saat ditemui kru media ini.