HETANEWS.COM

Astronout Bandingkan Kontrak Ramayana dengan Sewa Ruko

Astronout Nainggolan

Siantar, hetanews.com - Perjanjian kontrak PT Ramayana Lestari Sentosa dengan Pemko Pematangsiantar sebesar 4000 USD atau Rp 56 Juta pertahun. Angka yang dihasilkan dari kontrak Ramayana dinilai terlalu rendah dibanding sewa satu ruko di inti kota, Sabtu (2/11/2019).

"Perlu ditinjau ulang, dikaji ulang kebenaran itu. Walaupun menurut saya dan menurut kajian publik pendapat publik, itu terlalu kecil terlalu rendah royalti yang diberikan ke daerah," kata Astronout Kamis, kemarin.

Anggota komisi III DPRD Pematangsiantar itu, tak ingin lebih jauh berasumsi berapa sepatutnya angka yang diterima Pemko dari sewa aset berupa lahan ke pihak Ramayana.

"Saya tidak bilang berapa sepantasnya, dan perlu kami lihat dasar penetapan itu apa. Nilai angka itu  dasar penetapannya apa," imbuhnya 

Dia mencontohkan sewa sebuah ruko di inti kota Pematangsiantar saat ini bisa mencapai Rp 50 juta per tahun. Angka atau nilai sewa tersebut tak sebanding dari pendapatan pusat perbelanjaan modern itu.

"Itu saja perbandingannya saya buat. Jadi perlu kita kaji dan pertimbangkan," ungkapnya.

"Maksud kita meminta itu, biar bisa kita coba kaji ulang. Faktor-faktornya itu sebelum ditetapkan apa. Tapi memang angka itu menurut kita di komisi terlalu kecil, itu tadi perbandingannya sewa 1 ruko," jelasnya.

Kabid Pengelola Kekayaan dan Aset Daerah BPKAD, Alwi Adrian yang hadir dalam rapat dengan Komisi III, mengatakan lahan tempat berdirinya gedung Ramayana merupakan aset Pemko. 

Melalui perjanjian kontrak, Investor kemudian membangun gedung Ramayana dengan perjanjian kontrak selama 25 tahun. Kontrak berlangsung sejak tahun 2004. 

"Kontribusi Ramayana ke Pemko hanya 4000 USD atau Rp 56 Juta setiap tahun sejak tahun 2004," kata Alwi.

Baca juga: Klaim Omset Menurun, Perjanjian Kontrak Ramayana Perlu Ditinjau

Penulis: gee. Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!