HETANEWS

RI Terus Meningkatkan Hubungan dengan Korea Utara

Jakarta, hetanews.com - Indonesia menyatakan akan terus meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama di berbagai bidang dengan Korea Utara.

Pernyataan itu disampaikan Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu dalam resepsi diplomatik dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taedonggang Diplomatic Club Pyongyang.

Dia mengatakan Indonesia dan Korea Utara memiliki dasar hubungan sejarah yang sangat kuat sejak kunjungan Presiden Soekarno ke Pyongyang pada 1964 dan kunjungan Presiden Kim Il Sung ke Indonesia setahun kemudian.

Hubungan persahabatan kedua negara terus berlanjut dengan pertemuan Presiden Megawati dengan Chairman Kim Jong Il di Pyongyang pada 2002 dan 2006 serta pertukaran kunjungan para pemimpin kedua negara selanjutnya. 

”Untuk menjaga momentum hubungan bersejarah tersebut dan mendorong peningkatan kerja sama kedua negara di masa mendatang, KBRI akan terus proaktif mempromosikan kerja sama di berbagai bidang," kata Berlian, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (1/11/2019).

Kerja sama itu a.l. pertukaran tim olahraga, misi kebudayaan, pelajar/ahli, pengajaran bahasa Indonesia, pemutaran film, dan promosi kuliner/demo masakan Indonesia, serta pertukaran satwa antara orangutan dan harimau Korea yang diharapkan dapat menjadi simbol baru bagi persahabatan kedua negara, selain bunga Kimilsungia.

KBRI juga akan terus mendorong promosi hubungan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan a.l. melalui pameran dagang musim semi dan musim gugur, pertemuan bisnis, dan melalui Gerai Produk Indonesia yang dibangun sejak September di KBRI Pyongyang.

Di samping itu, KBRI sudah membangun Galeri Budaya dan Pariwisata Indonesia di KBRI pada Agustus.

Berlian mengatakan, tidak hanya pada tataran bilateral, Indonesia juga turut aktif dalam forum internasional. Indonesia mengikuti dengan seksama perkembangan terakhir di Semenanjung Korea.

"Kami sampaikan harapan agar semua pihak terkait dapat mencapai kesepakatan dan masalah Semenjanjung Korea dapat segera diselesaikan secara damai," ujarnya.

Berlian menuturkan momentum perayaan resepsi kali ini mempunyai makna khusus, karena Indonesia baru saja berhasil menyelenggarakan proses pemilihan umum yang paling rumit dalam sejarah Indonesia. Pemilih yang berjumlah 190 juta orang harus memilih calon presiden dan wakil presiden, anggota parlemen tingkat nasional dan daerah, serta senator secara serentak dalam satu hari di 810.000 bilik suara di 7201 kelurahan dan 514 kota/kabupaten.

Setelah melalui proses yang cukup rumit, Presiden Joko Widodo terpilih kembali dan dilantik pada 20 Oktober 2019 yang diikuti dengan pembentukan Kabinet Indonesia Maju 23 Oktober.

Tamu kehormatan dari Korut, Pak Kyong Il, menyatakan Korut senantiasa menjunjung tinggi hubungan tradisional kedua negara yang telah dibangun oleh Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung serta mengembangkan dan memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai bidang. 

Dia juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-74 RI dan mengapresiasi capaian-capaian Indonesia dalam pembangunan di bidang ekonomi dan politik selamat 74 tahun ini. 

Sumber: bisnis.com

Editor: tom.