HETANEWS

Ninoy Maafkan Tersangka, Kelanjutan Kasus Wewenang Penyidik

Konferensi pers kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial Ninoy Karundeng yang dilakukan Polda Metro Jaya, Selasa 22 Oktober 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Bayu Marhaenjati )

Jakarta, hetanews.com - Pegiat media sosial Ninoy Karundeng telah memaafkan para tersangka kasus penganiayaan terhadap dirinya. Namun, kelanjutan kasusnya apakah terus diproses atau dihentikan merupakan kewenangan penyidik.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, setiap laporan tindak pidana yang diterima Polda Metro Jaya, tentunya dilakukan tahap penyelidikan dan penyidikan.

"Setelah itu dilakukan pemeriksaan saksi maupun pemeriksaan tersangka, dan semua itu adalah wewenang penyidik. Semua penyidik yang akan menilai, semua penyidik yang akan memproses ya. Semuanya itu masih ditingkat penyidik, dan kita juga nggak bisa intervensi penyidik," ujar Argo, Jumat (1/11/2019).

Dikatakan Argo, nanti penyidik akan menilai dan memutuskan proses selanjutnya.

"Nanti bagaimana hasilnya dengan adanya saling memaafkan, nanti penyidik yang akan memutuskan. Semua kemungkinan bisa saja terjadi di situ," ungkapnya.

Sebelumnya, Ninoy Karundeng dikabarkan telah memaafkan para tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap dirinya. Kendati demikian, Ninoy tidak mencabut laporan dan menyerahkan proses hukum kepada polisi.

Diketahui, penyidik telah mengamankan 16 tersangka terkait kasus penganiyaan terhadap Ninoy Karundeng. Mereka berinsial AA (42), YY (54), ARS (52), RF (22), Ir. S (49), Tri (59), SR (39), RI alias Baros (30), ABK (30), R (47), IA (57), BDY (45), F (47), IZH (36), YI (52), dan SA (36).

elasan tersangka itu, dijerat Pasal 48 ayat (1) dan ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (1) dan ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau pasal 333 KUHP, dan atau Pasal 55 KUHP, Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun bui.

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.