HETANEWS

Tutup Usia, Jenazah Adik Kandung PB XIII Dimakamkan di Imogiri

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Galuh Kencana meninggal dunia. ©2019

Yogyakarta, hetanews.com - Adik kandung Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Galuh Kencana (69) meninggal dunia, Kamis (31/10). Jenazah disemayamkan di rumah duka Sasana Mulya, kompleks keraton. Upacara pemakaman dilakukan hari Jumat (1/11) ke makan keluarga raja-raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Pantauan merdeka.com, ratusan pelayat mendatangi rumah duka sejak pukul 08.00 pagi. Puluhan karangan bunga dari sejumlah pejabat dan kerabat memenuhi halaman Sasana Mulya. Tampak hadir melayat, PB XIII Hangabehi dan istrinya, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Pukul 09.45 upacara pelepasan jenazah dimulai. Sejumlah kerabat mengeluarkan peti putih dari ruang dalam Sasana Mulya. Dengan iringan gending Jawa, peti jenazah dipanggul keluar dibawah arahan KGPH (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo) Puger.

Setelah peti jenazah sampai di depan pendapa, dilanjutkan dengan upacara 'brobosan'. Dimana seluruh keluarga satu persatu menunduk dan melewati bawah peti jenazah. Brobosan dilakukan sebanyak 3 kali. Usai brobosan peti dimasukkan ke mobil jenazah dam dibawa ke Imogiri, Yogyakarta. Isak tangis keluarga mengiringi pemberangkatan peti jenazah.

"Saya mewakili Wali Kota dam atas nama Pemerintah Kota Surakarta dan segenap masyarakat menghaturkan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas meninggalnya GKR Galuh Kencana. Mudah-mudahan diterima disisi-Nya, diampuni dosa-dosanya," ujar Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.

Ginda Ferahctiawan, salah satu putra dari GKR Galuh Kencana menyampaikan sebelum wafat, ibunya tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu sejak 3 hari terakhir. Ia mengeluhkan sakit pada bagian perut sehingga harus dilakukan endoskopi, yakni tindakan nonbedah guna mengetahui kondisi saluran pencernaan sebagaimana saran dokter.

"Ibu sempat dirawat 3 hari karena menderita sakit di ususnya. Sebenarnya tidak ada gejala apa-apa, tinggal menunggu waktu observasi untuk dipindahkan ke bangsal. Tetapi tiba-tiba drop dan jam 8 pagi kami dipanggil ke ICU, jam 09.30 kemarin beliau meninggal dunia," katanya. 

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.