HETANEWS

Soal Kesimpulan DPRD Penghapusan Arus Lalin Di Ramayana, Jayadi: Kalau Gitu Kami Yang Akan Datang ke DPRD

Pengalihan Arus Lalu lintas diseputaran Ramayana Siantar

Siantar, hetanews.com - Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD melalui Komisi III bersama Dishub, Satlantas Polres Siantar dan pihak management Ramayana menghasilkan kesimpulan jika pengalihan arus lalin yang telah dilakukan sebelumnya dibatalkan.

Baca juga: Rapat Komisi III Pengalihan Arus Lalin Di Ramayana Dihapuskan

Tentu hal ini mengundang respon dari masyarakat, salah satu warga Jayadi Sagala merasa kesal dengan kesimpulan RDP tersebut, sebab mereka sebagai masyarakat tidak dilibatkan oleh DPRD dalam rapat.

Baca juga: Klaim Omset Menurun Perjanjian Kontrak Ramayana Perlu Ditinjau

"Harusnya DPRD Siantar sebagai wakil rakyat bukan malah mendengar pengusaha, tanya dong masyarakatnya, setuju tidak dengan pengalihan arus lalin, gimana sih wakil rakyat kita ini," sebutnya dengan nada kesal.

Baca juga: Rakayasa Lalin AKP Septian Kandas Di Komisi III

Dikatakan bahwa rapat tersebut berlangsung karena adanya surat dari Management Ramayana terkait pengalihan arus lalin, karena akibat pengaligan arus lalin tersebut pihak Ramayana merasa pendapatan mereka turun drastis.

Baca juga: Warga Sekitaran Ramayana Apresiasi Kebijakan Kasatlantas

Menanggapi itu Jayadi menyebutkan jika bukan pengalihan arus lalin yang membuat pendapatan dari Ramayana menurun.

"Mini market di Siantar sudah menjamur di Siantar malah sangat dekat dengan masyarakat, makanya masyarakat lebih memilih ke mini market dibanding ke Ramayana," katanya.

Kata Jayadi selama pengalihan arus lalin dilakukan warga sekitar merasa senang karena kemacetan berkurang.

"Selain kemacetan berkurang, kebisinganpun berkurang, jadi aneh kalau DPRD mengambil kesimpulan tanpa menanyakan masyarakatnya, yang jadi pertanyaan mereka itu Wakil rakyat apa wakilnya Ramayana?," katanya.

Masih kata Jayadi, warga juga menolak dengan adanya pendirian tower salah satu provider di atas gedung Ramayana.

"Jadi warga yang memakai provider lain jadi terganggu, selain itu ditinjau ulang itu ijinnya, masak pemda menyewakan gedung ke Ramayana, kok malah Ramayana menyewakan lagi," katanya.

Jayadi juga mengatakan warga sekitar juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh pihak management Ramayana dengan mendatangi DPRD.

"Kalau gitu kami yang akan datang ke DPRD, kalau memang gitu mainnya kamipun bersama RT dan RW akan berbondong-bondong datang ke DPRD, didengarnya kami sama orang itu?, entahpun pengusaha aja didengar mereka," kata Jayadi.

Jayadi berharap agar Dishub dan Satlantas Polres Siantar tetap menjalankan kebijakannya.

"Kita berharap Dishub dan Satlantas Siantar tetap lanjutkan rekayasa lalu lintas di Ramayana, kami masyarakat siap mendukung," katanya.

Penulis: tom. Editor: tom.
Komentar 2
  • Dedi Simbolon
    Jangan di hapus,,, Teruskan rekayasa pengalihan lalulintas. Kemacetan berkurang..
    DPRD terlalu gampang untuk membuat keputusan. Masak hanya karena pendapatan Ramayana menurun,, langsung membuat keputusan. Hebat juga Ramayana ini ya..
  • Fian Stanley Siahaan
    rekayasa itu kan perlu jika overloaded kendaraan pengguna jalan, jadi dihari biasa itu tidak penting, malah bikin semrawut aja kesannya. Yg bikin macet di sekitar ramayana itu angkot yg sembarangan ngetem. gak perlulah direkayasa biarkan berjalan normal sprti dulu, gak bikin pusing pengguna jalan.