HETANEWS

Aneka Kerajinan Tas Warna Warni Terbuat dari Gelas Plastik Bekas Minuman

Santiyem, pengrajin tas yang terbuat dari gelas plastik bekas minuman. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Tidak selamanya bahan bekas itu tidak mempunyai nilai, namun bila dikemas menjadi aneka kerajinan tangan bisa menghasilkan pundi- pundi rupiah yang dapat menopang dan menambah penghasilan keluarga.

Salah satunya yang dilakukan oleh Santiyem, warga Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai.

Di tangan wanita berusia 48 tahun ini, dirinya mengolah sampah plastik bekas minuman  menjadi aneka tas yang berwarna-warni.

Gelas plastik bekas yang banyak terbuang di sekitar rumah ini, dibersihkan lalu dipotong bagian atasnya setelah itu dirangkai menyerupai anyaman dengan menggunakan tali kur pramuka dengan berbagai warna yang menarik.

Bagian atas gelas plastik yang keras ini mempermudah dirinya membentuk berbagai motif unit menjadi kerajinan tas tangan yang cukup menarik dan unik.

Menurut Santiyem, dirinya terinspirasi membuat kerajinan ini saat melihat tas yang di pakai oleh temannya dan dirinya pun belajar secara otodidak.

Tas yang terbuat dari gelas plastik bekas minuman. (foto/ferry)

Pekerjaan ini telah dilakukan nya selama 2 tahun dan memgajarkan ilmu nya ini kepada jiran- jiran sekitar rumahnya.

Saat ditanya tentang pasaran hasil kerajinannya ini, pemasarannya awalnya hanya dari mulut ke mulut, ucapnya kepada Hetanews.com yang menyambangi kediamannya, pada Kamis (31/10/2019).

Walaupun dari mulut ke mulut, namun berselang waktu tempahan mulai membanjiri kerajinan yang dibuatnya. Bukan tidak beralasan selain harganya yang cukup murah, juga hasil kreasi tas tersebut cukup rapi dan disukai pelanggan.

"Untuk tas yang berukuran kecil dibanderol dengan harga mulai dari Rp 15.000 - Rp 80.000,- tergantung dari ukuran " sebutnya.

Pada saat Hari Raya Idul Fitri, dirinya kebanjiran order/pesanan dari ibu- ibu yang biasa nya memesan tas sandang kecil buat anak mereka menyimpan angpao.

Hasil kerajinan wanita yang dulunya sebagai tukang jahit ini telah sampai ke pasaran di Medan, Aceh bahkan sudah sampai ke Malaysia yang di pasarkan oleh warga yang menetap di sana.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk memberikannya bantuan dari segi pemasaran, misalnya mengikutkannya setiap ada pameran di luar kota agar hasil kerajinannya lebih dikenal.

Penulis: ferry. Editor: gun.