HETANEWS.COM

Kasus Suap Walkot Medan, KPK Geledah Rumah Pengusaha Sohib Menantu Jokowi

KPK geledah rumah Akbar Himawan Buchari. ©2019

Medan, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Penggeledahan pun masih dilakukan, termasuk di kediaman pengusaha muda, Akbar Himawan Buchari.

Belum diketahui keterkaitan Akbar dalam kasus Dzulmi Eldin. Setelah orang nomor 1 di Pemkot Medan itu terjaring OTT KPK, nama poitikus Golkar ini memang sempat disebut ikut diamankan. Namun dia langsung menggelar konferensi pers dan membantah kabar itu.

Selama ini sosok Akbar dikenal dekat dengan pusat kekuasaan. Anggota DPRD Sumut ini dikenal akrab dengan Bobby Afif Nasution, menantu Presiden Joko Widodo. Keduanya beberapa kali tampil berdua di sejumlah acara, terutama saat kampanye Pilpres lalu.

Bahkan dalam akun Instagram @akbarbuchari, Akbar banyak memosting kebersamaannya dengan Bobby. Mereka berfoto berdua saat suami Kahiyang Ayu itu berulang tahun. Akbar pun memosting fotonya bersama Presiden Jokowi di Aston Priority Simatupang Hotel dan memberi caption 'Happy 1st Birthday Sedah Mirah Nasution'.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam siaran persnya kepada wartawan menyatakan rumah Akbar digeledah hari ini. Sekuriti di rumah di Jalan DI Panjaitan No 142 itu pun mengakui ada penggeledahan di sana.

Sang sekuriti menjelaskan, penggeledahan dilakukan sejumlah orang sejak pukul 08.00 Wib. Namun dia mengaku tidak mengetahui siapa dan dari instansi mana petugas yang datang dengan mobil Toyota Fortuner dan Innova itu.

"Sekitar pukul 11.00 Wib mereka pergi. Nggak kelihatan mereka bawa apa. Mobilnya di-stand-by-kan terus soalnya," ujar sekuriti yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain melakukan penggeledahan, KPK juga melanjutkan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap Dzulmi Eldin. Febri mengatakan, hari ini KPK memeriksa sembilan saksi, mulai anggota DPRD Sumut, pejabat SKPD Kota Medan hingga keluarga Dzulmi Eldin.

Keluarga Dzulmi Eldin yang diperiksa yakni anaknya Rania Kamila dan Edriasnyah Rendy. Rendy kini menjabat anggota DPRD Kota Medan dari Partai NasDem.

Rendy dan Rania diketahui ikut dalam perjalanan dinas ayahnya ke Jepang. Biaya perjalanan ini yang disebut terkait kasus suap terhadap Dzulmi Eldin.

Selain Rendy dan Rania, saksi yang diperiksa hari ini yakni: Kadis Koperasi Kota Medan Edliaty; sopir Dzulmi Eldin, Junaidi; Kadis Ketenaga Kerjaan Kota Medan Hannalore Simanjuntak, Kadis Perdagangan Kota Medan Dammikrot, Kabid Tata Kelola Air dan Drainase Perkotaan Dinas PU Kota Medan Rizfan Juliardy Hutasuhut, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan Qamarul Fattah, Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis.

Para saksi dimintai keterangan di kantor Kejaksaan Tinggi Sumut. Pemeriksaan masih berlangsung di sana.

Seperti diberitakan, KPK melakukan OTT terhadap Wali Medan Tengku Dzulmi Eldin Selasa (15/10) hingga Rabu (16/10) dinihari. Selain dia, 6 orang turut diamankan lembaga antirasuah itu.

Dzulmi Eldin dan dua orang lainnya yakni Kepala Dinas PUPR Medan Isa Anyari dan Kasubbag Protokoler Setda Kota Medan Syamsul Fitri Siregar sebagai tersangka suap. Mereka pun telah ditahan. 

Sumber: merdeka.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan