HETANEWS

Trump Harapkan Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok Dipercepat

Seorang pengunjung mencermati kamera pengawas di Pameran Keamanan Publik Tiongkok ke-17 di Pusat Konvensi dan Pameran Shenzhen, Tiongkok, Senin (28/10/2019). ( Foto: AFP / NOEL CELIS )

Maryland, hetanews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berharap kesepakatan perdagangan "tahap 1" dengan Tiongkok dapat dipercepat dari jadwal. Donald Trump bahkan menginginkan segera menandatangani kesepakatan itu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

“Kami tampaknya mungkin lebih cepat dari jadwal untuk menandatangani bagian yang sangat besar dari kesepakatan dengan Tiongkok. Kami menyebutnya 'tahap 1', tetapi itu bagian yang sangat besar,” kata Trump, kepada wartawan, saat berkunjung ke Maryland, AS, Senin (28/10/2019).

Para pejabat tinggi dari AS dan Tiongkok sedang berupaya menyelesaikan teks untuk perjanjian perdagangan “tahap 1'” yang telah disepakati pada 11 Oktober 2019. Teks perjanjian tersebut, dijadwalkan akan ditandatangani Trump dan Xi, saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC, di Chili, pada 16-17 November 2019.

Menurut Donald Trump, perundingan yang dilakukan para pejabat AS dan Tiongkok untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan “tahap 1” berjalan baik dan sesuai jadwal.

Namun jika memungkinkan, Donald Trump berharap dapat segera menandatangani kesepakatan tersebut dengan XI Jinping, tanpa menunggu jadwal pertemuannya dengan Presiden Xi di KTT APEC.

Donald Trump mengungkapkan, kesepakatan perdagangan “tahap 1” akan membantu para pertani AS yang tertekan dengan kenaikan tarif akibat perang dagang selama 18 bulan terakhir dan juga membuka akses bagi banyak transaksi perbankan.

Donald Trump berharap, Tiongkok akan berkomitmen membeli produk-produk pertanian sesuai kesepakatan “tahap 1” berdasarkan pada harga dan waktu yang ditentukan. Sejauh ini, Tiongkok berharap AS akan membatalkan kenaikan tarif pada beberapa produk Tiongkok yang telah diberlakukan AS.

AS dan Tiongkok sama-sama berupaya meredam dampak dari perang dagang yang telah menekan perekonomian dunia, dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi global melambat.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa dampak dari perang dagang akan mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 0,8% pada 2020.

IMF juga memperkirakan perang dagang AS-Tiongkok dan perselisihan perdagangan di seluruh dunia akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global menjadi 3% pada 2019, yang merupakan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam satu dekade.

Sumber: Suara Pembaruan

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.