Siantar, hetanews.com -  Jalan berdebu diduga akibat aktifitas PT Agung Beton diseputaran Jalan Medan KM 7 terdampak kepada warga yang bermukim diseputaran lokasi pabrik. Seorang anak terkena sesak napas dan usaha rumah makan merugi.

Seperti penuturan Sumiarsih. Rumah makan miliknya yang berlokasi di Jalan Medan KM 7, Kelurahan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba, percis di depan pabrik tak lagi laris.

Usaha dagang nasi Sumarsih merugi. Itu, kata dia,  karena debu tanah yang bersumber dari jalanan berimbas ke warungnya. 

"Kalau misalnya mereka lima tahun disini, jadi sampai lima tahun lah kami menghirup debu, kan gak mungkin," kata Sumiarsih, Selasa (29/10/2019).

"Jujurlah, ini mata pencaharian saya, suami saya sakit gak bisa bekerja. Kalau gak dari sini mau makan dari mana. Beberapa hari ini, sudah berkurang lah omset saya. Semua makanan berdebu, siapa yang mau makan kek gini," sambungnya.

Tak cuma itu, kata dia, cucunya juga terkena gangguan pernapasan akibat debu tanah yang setiap hari terhirup. "Cucu ku kami bawa ke dokter Nely. Sesak nafas, dia masih kelas 3 SD baru tadi malam pulang berobat," ungkapnya.

Masih kata Ibu yang sudah bermukim puluhan tahun di jalan Medan ini, dari pemeriksaan dokter, cucunya itu terkena sesak napas. "Kata dokter dia sesak nafas, entah karena ini, ga usah anak-anak kita aja nya yang sudah dewasa terasa," ujarnya.

Sumarsih, mengaku sangat keberatan atas dampak yang ditimbulkan pabrik yang beroperasi lebih dari sebulan itu. 

Dia tidak menuntut keberadaan pabrik pembuat beton itu. Hanya saja, debu tanah yang ditimbulkan sangat berdampak bagi kesehatan warga setempat maupun pengguna jalan.

Masih kata Sumiarsih, sejauh ini ada 5 warga yang terkena penyakit saluran pernapasan. Dari lima orang, cucunya sampai dibawa ke dokter.

"Gara-gara debu itu banyak yang batuk-batuk disini, sesak," katanya.

"Kalau pabrik itu gak masalah, abu-nya ya. Karena sama-sama cari makannya kan. Sudah menggangu sekali debunya. Kalau mau dikasih orang itu perbulan segini, saya gak mau. Jujur saja," ungkapnya.

"Mau dikasih uang per bulan kalau kek gini, saya ga mau. Saya ga mau dibilang ngemis-ngemis gitu. Yang penting gak ada abunya," tukasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Agung Beton belum dapat dikonfirmasi. Namun pihak pabrik dan warga RT 003 Tanjung Tongah sudah melakukan pertemuan.

Baca juga: Jalan Berdebu, Warga RT 003 datangi PT Agung Beton