Siantar, hetanews.com - Aktifitas PT Agung Beton membuat sejumlah warga RT 003 Tanjung Tongah geram. Pasalya, mobil pengangkut materil membuat permukaan aspal sepanjang Jalan Medan Km 7 berdebu. Warga pun melakukan aksi protes dan mendatangi pabrik itu, Selasa (29/10/2019).

Warga menyebut, setelah berdirinya pabrik pembuatan materil beton yang bertempat di Jalan Medan Km 7 Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, seputaran jalan lintas menjadi kotor dan bertanah. 

Tanah bercampur kerikil itu diduga berasal dari areal perusahaan yang terbawa oleh mobil pengangkut materil, yang setiap hari lalu lalang. Selain pengguna jalan yang terdampak akibat debu tanah, rumah penduduk yang berdekatan dengan pabrik ikut terdampak.

"Sekali pernah kami surati. Dan sudah empat kali bertemu. Tapi tetap gak digubris, jadi kami langsung datang kesini," kata Ketua RT 003 Suratminata. 

Selama ini, pengusaha beton tak pernah langsung menemui warga. Pengusaha hanya mengutus beberapa orang pekerja untuk menemui warga. Kali ini, kata Suratminata, warga bertemu dengan seseorang bernama Darwis, yang mewakili pihak pengusaha.

"Mobil-mobil mereka tiap hari lalu lalang. Sampai jam 11 malam. Tanah dari pabrik menempel di ban mobil jadi kebawa ke jalan. Kalau siang, banyak kali abu," kata Suratminata yang bertempat tinggal di depan pabrik beton itu.

Dikatakannya, dari pertemuan dengan pihak pengusaha dihasilkan beberapa kesepakatan. Pihak PT Agung Beton mau mengurangi dampak lingkungan dengan membangun jalan bercor beton di areal pabrik dan membersihkan ban mobil sebelum keluar dari pabrik tersebut.

"Tadi kami minta mereka tanggung jawab. Kata orang itu tadi, mau mencor jalan ke pabrik itu supaya ga kena tanah. Baru dibersihkan ban mobil kalau mau keluar,"jelasnya.