Siantar, hetanews.com - Pengetahuan akademisi dan umur, tidak menjadi penghalang bagi salah seorang pelajar STM yang satu ini, dengan umur masih 17 tahun.

Pemuda ini tak mau berpangku tangan dan hura-hura, layaknya anak seusianya. Ia memilih membantu kedua orangtuanya, dengan membuka bengkel sendiri.

Dia adalah Baktiar Napitupulu, yang bermodalkan pengetahuan teknisi, di sekolahnya, yaitu STM Tri Sakti.

Baktiar mengaplikasikan pengetahuan yang didapatnya itu, dengan membuat sendiri peralatan untuk berbengkel dan hal ini cukup meringankan beban kedua orangtuanya karena tidak harus membeli peralatan yang baru.

Baktiar membuat peralatan bengkel seperti, mesin penempel ban, mesin pengisi angin, sampai kompresor pun buah hasil tangannya.

Bisa dibilang, hampir semua perlengkapan yang ada di bengkelnya ini adalah rakitannya, dibantu ayah kandungnya.

Baktiar bersama ayahnya, membuka bengkel di daerah Tanjung PInggir, tepatnya di sebelah terminal Tanjung Pinggir, yang diberi nama Opp Hans Manroe.

“Rumah ku dekat dari sini kak, di Tanjung Pinggir ini juga, Simpang Elpiji, kak,” jelas Baktiar, saat ditemui hetanews.com, Senin (28/10/2019).

Tak hanya tempel ban, di bengkel Baktiar, juga bisa nyuci sepeda motor, service sepeda motor, mobil, cas batrai, dan lainnya.

“Jadi kalau kreta kakak rusak, bawak aja kesini kak, apa kerusakannya, kita belanjakan bahannya ke kota, nanti ku kasih bonnya sama kakak, biar kakak percaya. Terus, kakak kasih aku upah pengerjaannya aja kak, seikhlas hati kakak,”ucapnya penuh semangat.

Semangat dan karya yang ditunjukkan oleh Baktiar, patut dicontoh pemuda-pemudi Indonesia, khususnya kota Pematangsiantar.

Tak seperti dahulu, pemuda-pemudi harus mengangkat senjata untuk negeri ini, namun di era sekarang, pemuda-pemudi diharapkan mampu berkreatifitas dalam semangat membangun negeri.