Simalungun, hetanews.com - Demi memuluskan aksi penggelapan uang perusahaan, tempatnya bekerja, Sugianto (43), warga Simpang Tangsi, Kecamatan Tanah Jawa, bersama temannya S, pura – pura menjadi korban perampokan.

Modus Sugianto yang bertugas sebagai sales di PT. Indorasa Gemilang ini, tercium unit reskrim Polsek Bangun, setelah ditemukan banyak kejanggalan saat mengamankan dirinya.

Kanit Reskrim Polsek Bangun, Ipda Bobi saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum membongkar kasus perampokan ini, mereka mendapatkan informasi dari warga, bahwa ada seorang pria terikat di pohon mangga dan mulutnya dilakban, di samping Cafe One Mmore, jalan Asahan KM 8, pada Kamis (24/10/2019) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Kecurigaan petugas pun terbesit saat turun ke TKP dan menemukan korban dalam keadaan diikat rapi, segar bugar , sehat, serta mulut dilakban hanya 5 cm yang menempel terbuka, serta tangan diikat hanya satu lilitan saja.

Atas kecurigaan tersebut, personil Satreskrim Polsek Bangun langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria tersebut dan berhasil membuat pria yang awalnya sebagai korban, menjadi tersangka.

Sugianto mengakui, kalau perampokan tersebut hanya akal bulusnya, bersama temannya S, yang keberadaannya sudah diketahui.

Sementara itu, Kapolsek Bangun, AKP B Manurung, membenarkan kalau korban yang mengaku dirampok sudah ditatapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

Baca juga: Tangan Terikat Rapi, Warga Simpang Tangsi Tanah Jawa Mengaku Korban Perampokan, Uang Rp47 Juta Dibawa Kabur

Sedangkan rekannya, berinisial S, baru saja diamankan dari daerah Karang Anyer, Jumat (25/10/2019), pukul 14.00 WIB.

Penangkapan tersangka S pun membuahkan hasil, ungkap B Manurung .

S akhirnya mengakui dan menyimpan uang hasil kejahatan mereka, di kedimannya, daerah Tanah Jawa dengan cara menguburnya kedalam tanah.