HETANEWS

Masih Cocok Kah Budi Jadi Sekda?

Budi Utari Siregar.(Foto/Int)

Catatan Redaksi

Saat ini Pemerintahan Kota (Pemko) Siantar sedang dihadapkan dengan persoalan pergantian Sekda, dan persoalan tersebut juga banyak menyita perhatian publik, informasi yang diterima hetanews banyak yang menyebutkan jika Budi Utari Siregar yang sebelumnya sempat di berhentikan sebagai Sekda oleh Walikota, kini kembali menjadi Sekda paska surat dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), namun ada juga yang menyebutkan jika setelah Budi dikembalikan kemudian Walikota langsung menghentikannya sementara untuk dilakukan pemeriksaan dan jabatan Sekda kembali diemban oleh Plh Sekda Kusdianto.

Namun hetanews kali ini tidak mencoba mengupas persoalan dikembalikannya Budi atau tidak sebagai Sekda, namun lebih menekankan soal dampak jika Budi dikembalikan lagi menjadi Sekda, bak sepasang kekasih yang mengalami putus kemudian nyambung kembali pasti akan ada rasa kwatir ataupun rasa ragu yang dirasakan.

Jika Budi dikembalikan menjadi Sekda yang seharusnya tugas Sekda adalah sebagai pembantu Walikota dalam menjalankan visi misi Walikota agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bawahan Sekda dapat menjalankan visi misi dari Walikota, dan juga Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dikwatirkan tak akan berjalan sesuai dengan Visi Misi dari Walikota Siantar yaitu Siantar Mantab, Maju dan Jaya, karena bisa jadi Budi ada rasa sakit hati ataupun malah Walikota menjadi tidak percaya kepada pembantunya, yang berakibat pada terabaikannya pembangunan di Kota Siantar.

Jika sudah begini maka yang terkena dampak adalah masyarakat Kota Siantar, karena pembangunan dan pelayanan publik mungkin saja tidak berjalan dengan baik, karena pemerintahan disibukkan dengan konflik yang sudah terjadi dan adanya rasa saling mencurigai.

Persoalan Sekda saat ini berdasarkan kacamata dari hetanews, sepertinya kedua bela pihak saling menunjukkan kekuatannya masing-masing, Walikota sebagai pemimpin di Kota Siantar seakan menunjukkan jika dirinya adalah yang terkuat, dan Budipun tak mau kalah, dia seolah-seolah mengatakan jika dirinya juga mempunyai kekuatan hingga tingkat Pemerintah Pusat.

Jika ini terus dibiarkan terjadi di Kota Siantar, maka masyarakatlah yang menerima imbasnya, dengan terbengkalainya kepentingan publik, entahlah mungkin mereka tidak memikirkan sampai sejauh itu.

Belum lagi persoalan OPD, yang mungkin saja saat ini sudah tidak loyal lagi kepada atasan mereka yaitu Sekda dalam hal ini Budi, nah ini juga bisa menambah konflik baru di Pemko Siantar, karena  mungkin saja OPD tidak melaporkan kepada Sekda apa saja yang sedang dikerjakan dan akan hendak dikerjakan, dan ini bisa jadi menimbulkan rasa kecewa baru bagi Budi, sebagai Ketua TAPD maka Budipun melakukan segala kewenangannya terhadap OPD tersebut.

Lagi-lagi jika hal tersebut terjadi maka yang menjadi korban adalah masyarakat Kota Siantar, terkait analisa tersebutlah redaksi hetanews membuat judul masih cocok kah Budi menjadi Sekda?.

Penulis: tim. Editor: sella.
Komentar 1