Tanjungbalai, hetanews.com – “Pagar Makan Tanaman", peribahasa itu tampaknya cocok dialamatkan kepada DA alias D (47), warga jalan Julius, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Tanjungbalai ini.

Karena sebelumnya, pelaku meminta uang Rp 50.000 / bulan, dengan alasan uang keamanan atau penjaga malam, karena pelaku merupakan PS (Pemuda Setempat) dan juga anggota OKP salah satu Ormas.

Tidak ingin banyak masalah, korban Henny Wati (27), warga jalan Taqwa No. 11 Lingkungan I, kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjung Balai Selatan ini pun setuju, membayar uang Rp 50.000 dengan modus uang jaga malam tersebut.

Namun sebulan sebelum kejadian, yakni sekitar bulan April 2019 , pelaku mendatangi rumah korban lagi dan meminta uang jaga malam naik, menjadi Rp 200.000 dan korban keberatan.

Pelaku pun marah dan mengatakan, bahwa kalau terjadi apa- apa dengan rumahnya, dia (pelaku) tidak bertanggung jawab.

Karena korban yang bersuku etnis keturunan ini, sering meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, maka disitulah otak bejat pelaku untuk menguras harta benda korban.

Korban menduga, kejadian tersebut, pada bulan Mei 2019 saat dirinya meninggalkan rumah dan pada Selasa (18/6/2019) lalu, saat dirinya tiba di rumah, baru lah mengetahui, kalau rumahnya telah dibobol maling dengan kehilangan barang- barang seperti 1 unit  TV,  digital,  DVD, parabola, kompor gas berikut tabungnya.

Selain itu, turut hilang juga  3 unit kipas angin, 3 buah kursi besi, 20  buah bola lampu, serta 1  unit pompa air, 1 unit AC, peralatan dapur masak memasak dan 1  unit stabilizer yang total keseluran sekitar Rp 15 juta.

Pelaku memecahkan asbes untuk naik ke tingkat atas. (foto/ferry)

Atas kejadian itu, sebulan kemudian, yakni pada tanggal 6 Juli 2019, korban membuat laporan polisi dan Timsus Gurita pun mulai melakukan penyelidikan di lokasi tersebut.

Seringnya kehadiran personil Timsus Gurita di lokasi tersebut,  disadari oleh pelaku dan ia nya dihantui oleh rasa ketakutan yang seolah - olah Polisi telah mengetahui, bahwa dia pelakunya.

Pelaku pun kabur selama 3 bulan dan kasus ini terungkap atas kejelian Timsus Gurita dan kerjasama warga yang tetap memantau lokasi kejadian tersebut.

Hasilnya pelaku dapat diringkus, pada Selasa (22/10/2019 ), sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku berhasil diringkus di jalan Teuku Umar Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira membenarkan kejadian tersebut, dan dari hasil pengembagan, disita dari rumah pelaku, yakni 1 unit stabilizer, 3 buah kursi besi beralas tali karet, 4 buah bola lampu, serta masing- masing 6 buah piring kaleng, sendok dan  garpu.

Sementara barang yang lain, menurut AKBP Putu, sempat dijualkannya kepada orang lain dan uang hasil curian tersebut dipergunakan tersangka untuk berpoya - poya.

Kepada Polisi, pelaku memgakui perbuatannya dan menjelaskan, bahwa dirinya memasuki rumah yang ditinggal penghuninya itu dengan cara memanjat pipa saluran air yang  berada di belakang rumah korban, yang menghubungkan  lantai atas rumah hingga ke bawah.

Setelah pelaku tiba di lantai ketiga dari rumah tersebut, selanjutnya pelaku masuk melalui celah antara seng dengan dinding rumah, lalu masuk dan merusak asbes.

Selanjutnya turun ke ruang lantai tiga sampai dengan lantai satu, kemudian mengambil setiap barang yang ada dari setiap ruangan, ujar pelaku kepada penyidik.