HETANEWS

Dishub Abai, Tarif Parkir diluar Ketentuan Hingga PAD Tak Tercapai

Salah satu lokasi parkir tepi jalan di kompleks Sutomo Square Pematangsiantar

Siantar, hetanews.com - Dinas Perhubungan [Dishub] Pematangsiantar terkesan abai atas pengutipan tarif parkir diluar ketentuan yang marak terjadi. begitu pun, target Pendapat Asli Daerah [PAD] dari retribusi parkir juga tak pernah terpenuhi.

Retribusi pelayanan parkir diatur dalam Perda No 5 Tahun 2011. Ketentuan tarif untuk sepeda motor Rp 1000 dan Mobil Rp 2000. Meski dipasang pemberitahuan, kerap ditemui oknum Jukir [Juru Parkir] yang mengutip diluar ketentuan.

Anggota Komisi III DPRD Pematangsiantar, Frengki Boy Saragih menyarankan warga yang mengalami hal demikian segera melapor ke DPRD. Frengki juga mengakui bahwa kejadian seperti itu sering terjadi.

"Saran kita masyarakat juga ikutlah mengawasi. Jadi gak kita aja wakilnya yang ribut. Kalau boleh mereka juga mengirim surat. Nanti kita sampaikan ke pimpinan dan pimpinan menyampaikan ke Walikota," katanya, Rabu (23/10/2019).

Menurut anggota Dewan dari Partai NasDem ini, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan hal itu kepada Dishub. Namun tetap saja diabaikan. "Kita juga sudah sampaikan dalam rapat-rapat. Katanya [Dishub] siap," ungkapnya.

Baca juga: Ambil Alih Parkir, Dishub Belum Bekali Para Jukir

Target Retribusi Parkir Tak Tercapai

Meski kerap ditemui pengutipan parkir melebihi ketentuan yang ada, tetap saja target retribusi parkir di bahu jalan itu tak pernah tercapai oleh Dishub.

Frengki mengungkap, maksimal Dishub hanya mencapai 80 persen dari target yang ditetapkan per tahun.  "Kalau 100 persen gak pernah. Maksimal itu hanya 80 persen. Paling hebat lah itu," ungkap Anggota DPRD dua periode ini.

Dalam hal ini, Dishub turut menanggung upah dan melengkapi fasilitas kerja para Jukir. 

"Ini karena semua, kalau gak salah sekitar Rp 8 Milyar. Kalau gak salah ya. Jadi [kira-kira] diatas 3 M lah PAD kita tambah. Karena hapir 5 M itu untuk operasional. Gaji Jukir, perlengkapannya,"jelasnya.  

Tidak itu saja, konsep mencapai target retribusi parkir oleh konsultan telah disampaikan ke Dishub. Hanya saja, lanjut Frengki, dalam mengelola parkir Dishub tak pernah mengacu kepada konsep itu. 

"Kita sudah melihat potensi parkir  melalui konsultan. Namun mereka tidak mengacu ke situ. Kalau itu dilakukan, target PAD bisa dua kali lipat," ungkapnya. 

Baca juga: Ditanya Soal Karcis Parkir, Dishub: Salah Kasih Karcisnya Itu

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.