HETANEWS

Diplomat Senior AS di Ukraina akan Bersaksi di DPR AS

Dubes AS untuk Ukraina William Taylor berbicara dalam konferensi pers di Kyiv, Ukraina, 27 Juli 2019. (Foto: AP)

Washington, D.C., hetanews.com - Seorang diplomat kawakan AS akan hadir di Kongres hari Selasa (22/10) dalam penyelidikan pemakzulan terkait tuduhan bahwa Presiden Donald Trump menahan bantuan militer untuk Ukraina apabila negara itu tidak membuka penyelidikan terhadap mantan wakil presiden Joe Biden dan putranya.

William Taylor, pejabat senior di Kedubes AS di Ukraina, akan memberi kesaksian tertutup mengenai serangkaian SMS dengan para pejabat lain yang menyatakan keprihatinan mengenai tindakan Gedung Putih. Taylor menulis bahwa “adalah gila menahan bantuan keamanan demi mendapatkan bantuan dengan kampanye politik.”

Deputi Asisten Menteri Pertahanan Laura Cooper, yang pernah bertugas untuk kebijakan mengenai Rusia dan Ukraina di Pentagon, dijadwalkan bersaksi hari Rabu.

Penyelidikan yang dipimpin Partai Demokrat dimulai ketika seorang pelapor rahasia dari kalangan intelijen menyatakan keprihatinannya kepada inspektur jenderal tentang percakapan telepon Trump 25 Juli lalu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, di mana ia tampaknya mendesak Zelenskiy untuk membuka penyelidikan terhadap mantan wakil presiden, yang sedang mengajukan diri untuk menjadi kandidat calon presiden Demokrat dalam pemilu tahun 2020.

Trump telah menuduh bahwa Biden mengancam akan menahan jaminan pinjaman untuk Ukraina apabila penyelidikan korupsi sebelumnya terhadap sebuah perusahaan gas yang mempekerjakan putranya, Hunter, dihentikan.Tidak ada bukti pelanggaran yang dilakukan Joe atau Hunter. Tetapi mendekati pemerintah asing untuk mendapatkan informasi yang merugikan pihak lawan dianggap sebagai campur tangan dalam pemilihan presiden dan merupakan pelanggaran yang bisa dikenai langkah pemakzulan.

Sumber: Voice of America Indonesia

Editor: tom.