HETANEWS

Tersangka Penganiaya Putri Kandung Kabur dari Polsek Dolok Panribuan, Kapolsek Akui Lalai

Tersangka penganiaya putri kandung yang kabur dari Polsek Dolok Panribuan.

Simalungun, hetanews.com - Pelaku penganiyaan terhadap putri kandung, PS (31), di Dusun Parmonangan, Desa Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, yang sempat diamankan polisi, kabur dari Mapolsek Dolok Panribuan.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP M Agus Setiawan yang dikonfirmasi, Selasa (22/10/2019), membenarkan kaburnya tersangka dan mengatakan, PS sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiaya putri kandungnya, korban PM (7), namun belum diserahkan Polsek Dolok Panribuan Ke Mapolres Simalungun.

Alasan belum diserahkannya tersangka ke unit PPA Polres Simalungun, karena tersangka keburu kabur dari Polsek Dolok Panribuan, pada hari Senin (21/10/2019) malam, sekira pukul 22.00 WIB, jelasnya.

Dan kaburnya tersangka, juga dibenarkan Kapolsek Dolok Panribuan, AKP H Sinambela, ketika dikonfirmasi watawan, pada Selasa (22/10/2019) sore.

Saat itu wartawan menanyakan, alasan belum diserahkannya tersangka ke unit PPA Polres Simalungun yang menangani kasus hukum Perempuan dan Anak.  

"Seharusnya, kita sudah serahkan tersangka ke unit PPA Polres Simalungun pagi ini, tapi karena kelalaian anggota saya, tersangka kabur dari Polsek “ujarnya.

Korban PM (7) mendapat perawatan medis. 

Saat ditanya kronologi kaburnya tersangka, AKP H Sinambela yang pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Siantar mengatakan "Berawal dari alasan tersangka yang izin permisi hendak membelikan makanan buat anaknya yang diperkirakan masih berusia 2 bulan dan saat itu sedang menangis karena lapar. Malam itu, keadaan sangat sepi dan kondisi tersangka hanya memakai pakaian kerja saat di kebun serta sedang membawa bayinya yang sedang nangis karena lapar, sehingga personil polsek Dolok Panribuan yang sedang piket tidak menaruh curiga dan mengizinkan tersangka keluar tanpa pengawalan,”ungkapnya.

Kesempatan tanpa pengawalan tersebutlah yang dimanfaatkan tersangka untuk kabur, ucap Kapolsek.

Masih katanya, tersangka yang kabur dengan membawa bayinya, hanya membawa uang 30 ribu rupiah. Dan  hal ini diketahui dari suami tersangka, Tejo (30) yang turut diperiksa sebagai saksi.

Baca juga: Seorang Petani Selamatkan Bocah 7 Tahun dari ‘Siksaan’ Ibu Kandungnya

Saat ditanya, upaya yang sudah dilakukan? Perwira balok 3 emas tersebut mengatakan, sudah menyebar anggotanya untuk melakukan pencarian di setiap tempat yang dicurigai, tempat pelarian tersangka.

Selain itu, dia juga sudah berkordinasi dengan setiap Polsek agar turut bisa membantu untuk mencari keberadaan tersangka

AKP H Sinambela juga memohon doa, agar tersangka segera ditemukan dan kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka agar segera melaporkannya ke Polsek terdakat.

Dan kepada tersangka, Kapolsek menghimbau agar segera menyerahkan diri, karena lambat laun, pihak kepolisian pasti menemukan tempat persembunyiannya.

Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih belum ditemukan dan pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian untuk mengetahui keberadaan tersangka.

Penulis: tim. Editor: gun.