HETANEWS

Rencanakan Tawuran Antarsuporter, Mahasiswa di Kulonprogo Ditangkap Polisi

Ilustrasi penangkapan pelaku kriminal.

Kulonprogo, hetanews.com - Polisi menangkap seorang mahasiswa di Kabupaten Kulonprogo, DIY yang diduga merencanakan tawuran antarsuporter dalam pertandingan bola voli di wilayah Nanggulan. Sebilah pedang diamankan petugas sebagai barang bukti.

Pelaku, RA (21), diamankan petugas Satresnarkoba Polres Kulonprogo sebelum beraksi. Dia juga mengonsumsi dan mengedarkan pil Hexymer atau dikenal dengan pil jagung kepada teman-temannya sebelum menyerang suporter tim lawan.

Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo, AKP Munarso mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal adanya informasi akan terjadi tawuran antarsuporter bola voli di desa Donomulyo, Kecamatan Nanggulan.

"Kemudian petugas bergerak di lapangan untuk mencegah aksi tawuran ini," kata AKP Munarso kepada wartawan di Mapolres Kulonprogo, DIY, Selasa (22/10/2019).

Saat itulah petugas melakukan pemeriksaan kepada para suporter yang hendak menuju ke lapangan untuk menyaksikan pertandingan Voli. Lalu melihat rombongan tersangka yang tengah melintas di jalanan di tengah persawahan.

Melihat gelagat para pemuda yang tidak wajar, petugas menghentikan mereka dan melakukan pemeriksaan. Dari tangan mereka petugas mendapatkan satu buah pedang dan satu buah pentungan besi.

Petugas terus memeriksa para pemuda yang tengah terpengaruh obat-obatan hingga menemukan 10 butir pil jagung dari tangan tersangka, selebihnya sudah dikonsumsi RA dan rekan-rekannya sebelum menuju lokasi pertandingan.

"Saat kita periksa mereka itu sudah terpengaruh dan kita temukan 10 butir pil jagung dan senjata tajam," ujar dia.

Tersangka RA, kata Munarso, sebelumnya sudah menjadi target polisi dan masuk dalam daftar pencarian orang, Petugas sempat menangkap T warga Temon atas kepemilikan obat terlarang yang juga dibawa pelaku.

Dari pengakuannya obat ini dibeli dari RA yang tertangkap saat hendak tawuran. Tersangka kini diamankan polisi dan dijerat Pasal 196 Undang-Undang Kesehatan, dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Jadi tersangka ini terkena dua kasus, satu narkoba dan satu kepemilikan senjata tajam yang ditangani Reskrim," kata dia.

sumber: inews.id

Editor: sella.