HETANEWS

Jokowi Belum Tunjuk MenPAN-RB, Pendaftaran CPNS Masih Sesuai Jadwal

Absen PNS yang baru datang di Balai Kota.

Jakarta, hetanews.com - Joko Widodo masih belum mengumumkan siapa para menteri yang bakal membantunya selama lima tahun ke depan, termasuk posisi nomor satu di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Meski belum ada menteri baru, KemenPAN-RB masih menjadwalkan pendaftaran tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian (BKN) Muhammad Ridwan mengatakan, sejauh ini jadwal pembukaan tes masih sesuai jadwal yang pernah disampaikan KemenPAN-RB, 25 Oktober 2019. Tapi dia mengatakan, jadwal itu sebenarnya tentatif.

"Saya belum tahu (bakal ada perubahan atau tidak), tapi berdasarkan jadwal tentatif memang minggu keempat Oktober bakal diumumkan oleh MenPAN. Kalau sampai sekarang masih belum ada perubahan, masih sesuai jadwal," kata Ridwan saat dihubungi, Selasa (22/10).

Selain jadwal pendaftaran, Ridwan mengatakan, formasi yang bakal disediakan dalam tes CPNS 2019 ini juga tak ada perubahan. Katanya, kuota yang diberikan masih sama seperti informasi awal yakni 197.111 formasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 159.000 formasi dibuka untuk daerah dan sisanya 37.000 formasi untuk perekrutan CPNS di pemerintahan pusat. Jenis lowongan tes yang dibuka beragam, mulai dari kesehatan hingga pendidikan. Saat ini, pihaknya masih mematangkan formula tersebut.

"Nanti Pak MenPAN-RB yang baru akan lihat dan kaji lagi tapi bahan-bahan yang sudah disiapkan, jadi ketika dia setuju ya mestinya enggak lama lagi (untuk diumumkan)," terang Ridwan.

Sejumlah PNS meninggalkan kompleks Balaikota

Sebelumnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpotensi dipindahkan ke ibu kota baru berusia antara 20 hingga 40 tahun. Rentang usia tersebut dianggap mampu beradaptasi pada iklim birokrasi yang bakal mengedepankan teknologi di Kalimantan Timur.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, meski begitu pihaknya belum menentukan jumlah ASN yang bakal diboyong ke ibu kota baru dari usia tersebut. Adapun total ASN aktif yang sudah terdata di Jakarta dan instansi di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sebanyak 188.092 orang yang berasal dari 34 kementerian dan 50 badan atau lembaga.

Belum ditetapkannya jumlah pasti ASN yang dipindahkan ke ibu kota baru pada 2024 karena KemenPAN-RB harus melihat dulu proses bisnis di sana seperti apa. Pembahasan jumlah ASN yang dipindah masih dilakukan insentif dengan Bappenas.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.