HETANEWS

Setelah Berkas Rampung, Akan dilakukan Penahanan 3 Tersangka Korupsi

Kasi Intel Kajari Pematangsiantar, Bas Faomasi.

Siantar, hetanews.com - Kasi Intel Kajari Pematangsiantar, Bas Faomasi Laia, mengatakan pihaknya dalam tahun ini akan segera melakukan penahanan terhadap 3 tersangka korupsi pejabat Pemko Pematangsiantar. Penahanan dilakukan setelah pihaknya merampungkan berkas ketiga tersangka.

Kata Bas, pihaknya belum melakukan penahanan karena masih membutuhkan saksi-saksi untuk melengkapi berkas ketiga pejabat Pemko Pematangsiantar itu.

"Terhadap 3 tersangka belum ditahan karena proses pemberkasan. Kami membutuhkan saksi-saksi dan pihak-pihak untuk membutikan. Jadi, tim berpikir belum dilakukan penahanan," katanya kepada wartawan, Senin (21/10/2019). 

Bas Faomasi menuturkan, jika langsung dilakukan penahanan tanpa ada kelengkapan berkas, kesannya terburu-buru. Ditambahkannya, hal itu justru dapat memberikan celah kepada tersangka untuk melakukan banding. 

Lanjut Bas, pihaknya pun masih melakukan kordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi [BPKP] Sumut terkait kerugian negara. 

"Kalau pemberkasan belum rampung malah kejar-kejaran dengan waktu maka tidak rapi. Kerugian negara sudah ada dan dikordinasi dengan BPKP sudah ada angka. Gambaran angka sudah ada,"katanya. 

Baca juga: Prapid Posma-Acai Ditolak Hakim, BAS: Penahanan Perlu Koordinasi dengan Tim

Ia berujar, penahanan ketiga pejabat yang akan dilakukan pihaknya tidak akan lewat dari tahun 2019 ini. Selain itu, dia juga meyakini ketiga data ASN itu sudah dikantongi oleh pihak penyidik. 

Ketika disinggung ada kesempatan ketiganya akan melarikan diri, Bas menilai tidak semudah itu. 

"Pada intinya kami berhati-hati agar tidak ada melemahkan penyidikan. Barang bukti sudah terkumpul semua. Untuk melarikan diri gak ada keraguan kami," ungkapnya.

"Karena PNS. Biodatanya juga sudah tahu. Jadi gak segampang itu. Kami tidak ada kekhawatiran lah. Kalau sudah rampung nanti langsung dilakukan penahanan,"katanya menambahkan.

Ketiga pejabat Pemko itu ialah Kadiskominfo, Posma Sitorus dan Sekretasi Kominfo, Acai Tagor Sijabat. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek Smart City dengan kerugian negara mencapai Rp 500 juta. 

Kemudian, mantan Dirut PDPAUS Herowin Sinaga. Dirinya ditetapkan sebagai tersangka korupsi atas dana pernyataan modal tahun 2014 dengan kerugian negara mencapai Rp 500 juta.

Baca juga: Hakim Rahmat Tolak Prapid Tersangka Korupsi Proyek Smart City

Penulis: gee. Editor: edo.