HETANEWS

Dishub Siantar Langgar Perda No 5 Tahun 2011 Tentang Retribusi Parkir

Bukti karcis yang didalamnya dijelaskan tarif parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Siantar, hetanews.com - Tampaknya Dinas Perhubungan (Dishub), telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) terkait restribusi parkir yang berada di Jalan Merdeka Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, tepatnya di Lapangan Merdeka. 

Pasalnya, seluruh pekerja parkir yang berada di tempat tersebut, memberikan karcis dan harga yang tidak sesuai dengan kendaraan yang terparkir, di pinggiran jalan Lapangan Merdeka. 

Hal ini, membuat masyarakat kecewa, seperti yang dialami T Simanjuntak yang menyatakan, bahwa karcis dan harga tidak sesuai dengan kendaraan yang dikendarai. 

"Saya berapa kali parkir disitu (Lapangan Merdeka,red), uang parkirnya diminta Rp 2000. Tapi ditulis di karcisnya itu, kalau pembayaran Rp 2000 untuk roda 4, bukan roda 2, makanya saya sempat bingung," ucapnya kepada wartawan, Senin (21/10/2019), pukul 16.00 Wib. 

Hal yang sama juga dikatakan seorang pengendara sepeda motor, Fanny.

Dia mengaku sempat berdebat dengan tukang parkir, lantaran karcis yang diberikan tidak sesuai dengan kendaraannya. 

"Sempat saya berdebat dengan tukang parkir yang di Taman Bunga itu bang, karena sepeda motor diminta Rp 2000. Uda gitu, tukang parkirnya gak ada lagi bet namanya,"ujarnya kesal. 

Seperti yang diketahui, bahwa retribusi parkir berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2011, bahwa sepeda motor dikenakan biaya parkir sebesar Rp 1000, sedangkan mobil atau roda 4 Rp 2000, dan untuk roda 6 Rp 30.000.

Penulis: res. Editor: gun.
Komentar 2
  • Fian Stanley Siahaan
    memang sekarang ini bnyk sekali parkir liar di siantar yg tidak jelas, minggu kmrn juga saya ribut di parkiran kantor samsat di jln sang nawaluh siantar, petugas parkir tidak punya karcis parkir dan katanya parkir tsb dikelola oleh instansi samsat,.. sdh saatnya semua lahan parkir ditertibkan,..
  • Valeno
    Kejadian ini sudah lama terjadi,namun tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait.