HETANEWS

Akibat Pengaruh Miras, Pemuda di Probolinggo Bunuh Sahabatnya dengan Celurit

Proses evakuasi korban pembunuhan di Probolinggo, Jatim

Probolinggo, hetanews.com - Akibat pengaruh minuman keras, pemuda di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) membacok sahabatnya sendiri. Pelaku tewas di lokasi kejadian di area pemandian peninggalan Belanda, Sumber Ardi, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim).

Menurut Wakapolres Probolinggo, Kompol Imam Pauji, untuk sementara, motif pelaku membunuh korban karena emosi. “Untuk sementara belum diketahui ada motif lain selain emosi pelaku,” kata Imam dalam konferensi persnya di Probolinggo, Senin (21/10/2019).

Imam mengatakan, pelaku yang bernama Rivan Effendi (19) tega membacok sahabatnya sendiri, Mohamad Dani (21) dengan celurit. Sebelumnya mereka tidak memiliki masalah bahkan mereka sedang pesta minuman keras (miras) bersama.

Kejadian bermula saat pelaku, korban dan beberapa teman yang semuanya berjumlah 11 orang berencana akan pesta miras, Rabu (16/10/2019) malam. Salah satu dari mereka, seorang perempuan yang merupakan pacar Salim, rekan pelaku dan korban.

Korban yang merupakan warga Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kabupaten Probolinggo dijemput empat temannya malam hari menuju lokasi yang disepakati.

Sebelumnya, pelaku, korban dan semua temannya minum miras biasa. Namun setelah habis, mereka membuat miras oplosan dari campuran arak dan minuman energi.

Korban awalnya berniat membeli minuman lagi namun dicegah oleh Salim hingga keduanya terlibat cekcok. Pelaku yang mengetahui Salim membawa celurit berniat mengamankannya agar tidak dipakai berkelahi sekaligus melerainya.

Nahas, saat pelaku mengambil, korban justru memukulnya. Pelaku yang tersulut emosi, langsung mengayunkan celurit yang dipegangnya hingga mengenai punggung korban sebelah kiri.

Mengetahui korban tewas di tempat, semua orang yang ada di lokasi melarikan diri. Hingga mayat korban ditemukan warga dan melaporkannya ke polisi.

Pelaku yang bertempat tinggal di Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih akhirnya ditangkap beberapa jam setelah mayat ditemukan warga dan polisi melakukan olah TKP serta meminta keterangan para saksi.

Akibat perbuatanya, pelaku di jerat pasal 338 jo 351 KUHP tentang Pembunuhan dan Penganiayaan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

sumber: inews.id

Editor: sella.