HETANEWS

Kampoeng Batara Banyuwangi, Rawat Pendidikan Karakter dan Kearifan Lokal

Kampoeng Batara Banyuwangi. ©2019

Banyuwangi, hetanews.com - Pendidikan alternatif Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara) di Lingkungan Papring, Kelurahan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi selama empat tahun rutin membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap permainan tradisional dan konsep belajar mengajar yang menyenangkan.

Setiap minggu, Kampoeng Batara dipenuhi anak-anak sekitar hutan KPH Banyuwangi Utara belajar. Kali ini, pada puncak peringatan ulang tahun keempat, tidak hanya mengkampanyekan kelestarian permainan tradisional Anak-anak, Kampoeng Batara menyajikan potensi kearifan lokal kerajinan bambu yang harus terjaga.

Sejak pagi, Minggu (20/10) Anak-anak Kampoeng Batara bersama masyarakat yang tinggal di kawasan hutan, diajak untuk menanam bambu di kawasan aliran sungai.

Pendiri Kampoeng Batara, Widie Nurmahmudy mengatakan, sebagai sentra kerajinan bambu selama ini masyarakat Papring hanya mengambil manfaat dari bambu di hutan, namun belum memiliki kesadaran untuk menanam bambu.

"Masyarakat Papring 80-90 persen itu perajin bambu. Kali ini kita tidak hanya fokus ke permainan tradisional dari bambu, tapi juga kampanye kembali, tentang sejarah Papring yang berhubungan dari bambu, makanya kita ajak bukan hanya menebang namun juga menanam," kata Widie.

Acara ulang tahun Kampoeng Batara yang digelar secara swadaya, menyajikan beragam atraksi permainan tradisional, tari dan musik oleh puluhan Anak-anak. Dekorasi acara juga dipenuhi dengan bahan bambu dan pameran kerajinan lokal berupa besek dan piring bambu.

"Kenapa anyaman, karena di sini sentra mulai dari anyaman besek, gedhek, pereng, jadi kita selalu membantu meningkatkan nilai jual dengan melibatkan perajin dalam setiap kegiatan," katanya.

Widie melanjutkan, sejak tahun 2017 Kampoeng Batara di antara belasan pendidikan alternatif di Indonesia, sering diundang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas kurikulum penguatan pendidikan karakter yang bisa diterapkan di pendidikan formal.

"Sejak tahun 2017, kita selalu diajak Kemendikbud untuk saling berbagi cerita kegiatan apa saja yang bisa diterapkan di pendidikan formal. Jadi yang diundang ada yang sekolahnya fokus di pengenalan tanaman, obat, kalau Kampoeng Batara lebih ke permainan tradisional dan penguatan bahasa daerah," jelasnya.

Selain itu, para peneliti dari Universitas Indonesia juga telah melakukan riset tentang pelestarian permainan tradisional di Kampoeng Batara dan telah dipresentasikan di Unesco yang merupakan organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan perserikatan bangsa-bangsa.

"Ditulis dalam bentuk jurnal dan sudah dipresentasikan di UNESCO tahun 2018. Kampus UI mengkampanyekan pendidikan yang efektif, di tengah tantangan gadget kepada.Anak-anak, ternyata permainan kuno masih dipertahankan di sini," paparnya.

Permainan tradisional, dinilai bisa menguatkan karakter Anak-anak untuk nilai kerukunan, saling menghargai, menghormati dan tanggung jawab. Selama ini, pendidikan di Kampoeng Batara diisi oleh para relawan yang secara sukarela berbagi pengetahuan, proses belajar juga dikemas dengan cara yang menyenangkan, dengan kurikulum yang fleksibel.

"Itu yang mereka sampaikan, kami memang membangun pola pendidikan sendiri, untuk mereka sendiri, kurikulum membuat sendiri, mengusulkan sendiri dan untuk mereka sendiri," paparnya.

Momen peringatan ulang tahun Kampoeng Batara ini juga dihadiri Ipuk Fiestiandani, istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dalam kesempatan tersebut, Ipuk tertarik datang karena penasaran melihat aktivitas Kampoeng Batara di media sosial yang rutin di-update setiap pekannya.

"Saya bahagia bisa hadir di sini. Saya tahu dari medsos Instagram, ternyata banyak aktivitasnya, saya bangga ada yang mendidik Anak anak mencintai alam, suka dengan literasi, menciptakan anak anak dengan kreativitas. Saya antusias, karena di sini mengeksplor apa yang ada di kampung, tanpa mengandalkan dan meminta kepada pemerintah, tapi tetap bisa berkontribusi," kata Ipuk.

Menurutnya, pendidikan alternatif Kampoeng Batara memiliki peran penting sebagai modal Anak-anak ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompetitif. Dari situ, perlu generasi yang memiliki mental bagus, kreatif dan inovatif.

"Dengan pendidikan di sini. Saya lihat Anak-anak sudah memiliki modal, kalau tidak anak anak tertinggal dengan yang lain. Dari karakter saya lihat sudah baik, menghormati orang tua, mencintai alam. Semoga ada pemimpin pemimpin baru yang lahir dari kampung ini," paparnya. 

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.