HETANEWS

Jembatan Darurat di Marubun Jaya Ambrol, Ongkos Angkot Naik

Simalungun, hetanews.com - Pasca ambrolnya jembatan darurat, di Simpang Pondok 8, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, yang diterjang  banjir bandang, pada Kamis (17/10/2019) lalu, ternyata berdampak naiknya ongkos angkutan umum, jurusan Siantar Tanah - Jawa.          

Selain ongkos angkutan umum, juga berdampak terhadap akses transportasi jasa angkutan yang harus transit.

Dari Tanah Jawa, penumpang turun di jalan rusak dan harus berjalan kaki, lalu nyambung lagi dengan angkutan lain menuju Siantar. 

Sedangkan jalan setapak dan jembatan seadanya, hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kenderaan roda dua, akibat ambrolnya jembatan darurat tersebut.            

Seperti dikatakan sejumlah pekerja Asisten Rumah Tangga (ART) yang setiap pagi harus pergi ke rumah majikan, di Siantar, antara lain Siti boru Damanik (46)  dan Fatimah (52) yang mengeluhkan naiknya ongkos tersebut. 

"Biasanya ongkos pekerja cuma 4000, kini sudah naik menjadi Rp 6000 sekali jalan dan jika pulang pergi menjadi Rp 12 ribu," ucap Siti dan Fatimah sedih saat berbincang dengan wartawan Senin (22/10/2019).               

Melalui pemberitaan ini, warga sangat mengharapkan agar pemerintah, khususnya Pemprovsu segera  membangun  jembatan penghubung di lokasi yang ambrol, agar transportasi angkutan umum lancar  kembali beroperasi. Dengan demikian,  tarif ongkos akan kembali normal.

Karena bukan hanya pekerja, tetapi anak sekolah dan masyarakat desa yang akan menjual hasil pertaniannya juga menjadi kesulitan. Semua menjadi susah karena mahal dan jarak tempuh menjadi jauh.

"Maunya pemerintah cepat tanggap, membangun jembatan ini,"kata Fatimah.

Penulis: ay. Editor: gun.