HETANEWS

Terbukti Aniaya TNI, Andre Diancam 3 Tahun Bui

Terdakwa Andre menutup wajahnya sambil berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Andre Irwan Sihombing Nababan (28), merasa malu dan menutup wajahnya, ketika meninggalkan ruang sidang Cakra PN Simalungun, usai dituntut 3 tahun oleh jaksa, Sanggam P Siagian SH, Senin (21/10/2019).        

Menurut jaksa, warga jalan Mesjid Kampung Toba, Kelurahan Saribu Dolok ini, terbukti melakukan penganiayaan terhadap saksi korban, Arnold Tobing dan Parlindungan Simanjuntak. Penganiayaan itu, dilakukan terdakwa, bersama 2 terdakwa lainnya, yaitu Andre Agasi dan Zainul (sudah dihukum).             

Penganiayaan ini, terjadi pada Selasa, 15 April 2019 lalu, sekitar pukul 23.30 WIB, di jalan Akasia Raya, Nagori Sitalasari, Kecamatan Siantar.

Awalnya, saksi korban yang datang ke warung dengan sepeda motornya, melihat para terdakwa sedang berada di warnet samping warung yang dituju korban.        

Terdakwa dan temannya merasa tidak senang karena dilihat oleh korban. Lalu emosi dan mengajak berantam sembari mengeluarkan kata kata kasar.  Terdakwa dan rekannya memukuli korban, meski korban sudah mengatakan, saya TNI. Tapi para pelaku tidak perduli dan memukuli korban dengan batu bata dan sepotong kayu.          

Melihat temannya dipukuli, saksi korban, Parlindungan Simanjuntak yang sedang melintasi jalan berhenti dan berusaha melerai. Tapi malah kena pukulan broti dan batu bata. Akibatnya, korban luka dan terhalang melakukan pekerjaan.          

Perbuatan terdakwa, dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 170 (2) KUH Pidana. Menanggapi tuntutan jaksa itu, terdakwa memohon kepada hakim, agar meringankan hukumannya dengan alasan menyesal.           

Untuk putusan, ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan SH, didampingi dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH MH dan Mince Ginting SH, menunda persidangan selama sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.