HETANEWS

Tiongkok Minta AS Batalkan Tarif Baru

Ilustrasi. AFP/Johannes EISELE

Beijing, hetanews.com - Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng mengungkapkan bahwa Tiongkok meminta kepada Amerika Serikat (AS) untuk menghapus tarif baru agar kedua negara bisa mencapai kesepakatan utama di bidang perdagangan. Adapun kesepakatan itu penting guna menjaga iklim perdagangan tetap positif di masa mendatang.

"Posisi Tiongkok, prinsip dan tujuan untuk negosiasi dagang Tiongkok-AS tidak pernah berubah. Tujuan utama kedua belah pihak untuk negosiasi adalah mengakhiri perang dagang, membatalkan semua tarif tambahan. Ini bagus untuk Tiongkok, bagus untuk AS dan bagus untuk dunia," kata Gao, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Kedua raksasa ekonomi telah terlibat dalam sengketa perdagangan selama lebih dari satu tahun, dengan masing-masing negara menerapkan tarif barang bernilai miliaran dolar. Perang dagang yang berlarut-larut akhirnya memberikan efek negatif bagi kedua negara, termasuk bagi ekonomi dunia karena menyebabkan perlambatan.

Putaran terakhir pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia berakhir akhir pekan lalu di Washington DC. Setelah pertemuan itu, AS mengatakan akan menunda kenaikan tarif barang-barang Tiongkok yang seharusnya mulai berlaku pada Selasa pekan ini.

 
Presiden AS Donald Trump mengatakan Tiongkok menyetujui kesepakatan fase satu yang sangat substansial yang akan ditulis selama tiga minggu ke depan. Trump menambahkan kesepakatan itu akan menyelesaikan masalah kekayaan intelektual dan jasa keuangan, serta pembelian produk pertanian AS oleh Tiongkok sekitar USD40 miliar hingga USD50 miliar.

 
"Kami berharap kedua belah pihak dapat terus bekerja sama untuk memajukan negosiasi dan sesegera mungkin mencapai kesepakatan bertahap serta membuat kemajuan baru dalam membatalkan tarif," kata Gao.

 
Sebelumnya, Tiongkok dan Amerika Serikat mencapai kemajuan besar di berbagai bidang setelah mengadakan putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi pada Kamis dan Jumat waktu setempat di Washington.

 
Konsensus ini penting dicapai antara kepala negara kedua negara. Kedua tim negosiasi telah melakukan diskusi yang jujur, efisien, dan konstruktif tentang masalah ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama.

 
Kedua belah pihak pun mencapai kemajuan substansial di beberapa bidang-bidang termasuk pertanian, perlindungan hak kekayaan intelektual, nilai tukar, jasa keuangan, perluasan kerja sama perdagangan, alih teknologi dan penyelesaian sengketa.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.