HETANEWS

Pelaku Penikam Siswa SMK Tamsis Menyerahkan Diri

Muhammad Nizar Sitorus, pelaku penikaman siswa SMK Tamsis. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Pelaku penikaman seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tamsis, akhirnya menyerahkan diri.

Pria yang diketahui bernama Muhammad Nizar Sitorus alias Nizar (28), warga Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara ini, diketahui residivis dalam kasus pencurian yang baru saja keluar, pada bulan Mei 2019 lalu, dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A.

Hal ini pun dibenarkan Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih, melalui Pelaksana Harian (Plh) Kasubag Humas, Aipda Napena, yang menyatakan, bahwa tersangka menyerahkan diri  kepada petugas kepolisian.

"Pelaku menyerahkan diri pada hari Kamis, tanggal 17 Oktober 2019. Pelaku tersangkut kasus penikaman yang dialami oleh seorang siswa SMK Tamsis, bernama Muhammad Heru (17), warga Jalan Ade Irma, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, pada tanggal 9 Oktober 2019 lalu," ucap Plh Kasubag Humas, Aipda Napena, Jumat (18/9/2019) malam.

Bukan hanya itu saja, Aipda Napena juga mengatakan, bahwa tersangka bisa bebas lantaran diberikan ijin cuti bersyarat (CB,red) kepada pihak Lapas.

"Jadi tersangka ini pernah dihukum selama 18 bulan penjara, karena terlibat kasus pencurian sepeda motor. Dari pengakuan tersangka, kalau dirinya menyerahkan diri karena salah seorang petugas kepolisian yang telah menghubunginya," ujarnya kepada awak media.

Lanjutnya, tersangka juga sudah mengetahui kalau dirinya tengah diburu oleh petugas kepolisian, makanya tersangka menyerahkan diri.

Dalam pemberitaan sebelumnya, korban Muhammad Heru, sebelum terjadinya penikaman yang menimpa dirinya, pada saat itu sedang berada di rumahnya karena hari sudah larut malam.

Namun, Heru dari dalam rumahnya mendengar teriakan warga yang tidak lain adalah tetangganya, yang rumahnya tengah disantroni maling. Mendengar suara teriakan dari tetangganya, Heru langsung berlari keluar rumah.

"Tapi waktu Aku lari keluar rumah, ternyata yang diteriaki maling itu, bang Nizar. Spontan saja bang Nizar langsung menyucuk bagian dada ku menggunakan obeng, dan bang nizar langsung kabur," pungkasnya.

Setelah kejadian tersebut, Heru langsung membuat laporan ke Polsek Siantar Utara. Hanya saja, laporanny belum diterima, lantaran terbentur tidak adanya saksi yang menyaksikan saat Heru dicucuk obeng oleh Nizar.

Penulis: res. Editor: gun.