HETANEWS

Sempat Menjadi Saksi di PN Siantar, Kini Ketua Poktan 26 Tanjung Pinggir Ditahan Polisi

Dainer Girsang ketika berada di Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Dainer Girsang (48), Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tanjung Pinggir, ditahan petugas Jatanras Sat Reskrim Polres Siantar atas dugaan pencurian tandan buah sawit, di Jalan Tuan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. 

Pria yang diketahui berdomisili di Jalan Bukit Maratur, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba ini, ditahan dengan adanya laporan korban, Jasmen Saragih, melalui kuasa hukumnya, Sepriandi Saragih, pada tahun 2017 lalu. 

Kanit I Jatanras Sat Reskrim Polres Siantar, Iptu Yuken Saragih, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan penangkapan terhadap Dainer Girsang dan sudah ditahan selama seminggu, di Polres Siantar. 

"Dia (Dainer Girsang) kita amankan dari kediamannya. Namun tersangka belum kita titipkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II A, karena masih dalam proses kelengkapan berkas," ungkap Iptu Yuken Saragih, ketika ditemui, di ruang kerjanya, Jumat (18/10/2019) siang. 

Iptu Yuken juga mengatakan, bahwa pihak Kepolisian juga menahan 4  orang temannya, dan saat sidang dalam agenda vonis, keempatnya dinyatakan bebas oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Siantar. Namun Jaksa Penuntut Umum (JPU), langsung melakukan kasasi terhadap putusan majelis hakim. 

"Namun setelah kasasi turun dari Mahkamah Agung (MA), hanya tiga orang yang dinyatakan bersalah. Ketiga orang tersebut, diketahui bernama Khairudin Halawa, Masterdi Purba, dan Alex Sinaga dan dikenakan pidana penjara masing - masing selama 2 tahun. Sedangkan untuk Dataran Sinaga, dinyatakan bebas," ujarnya. 

Hanya saja, lanjutnya, pada saat keempat tersangka diadili, di kursi pesakitan PN Siantar, Dainer Girsang, hanya dijadikan sebagai saksi. Namun dalam keterangan keempat tersangka tersebut, bahwa yang menyuruh mereka mengambil buah sawit itu adalah Dainer Girsang. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, korban Jasmen Saragih, melalui kuasa hukumnya, Sepriandi Saragih, menyatakan, bahwa mereka melaporkan tindakan Dainer dan rekan-rakannya yang mengaku kelompok 26 atas tuduhan pencurian dengan hal yang memberatkan. 

Namun, Dainer bukan hanya kali ini saja dilaporkan oleh kliennya, tapi sudah berulang kali. Hanya saja, laporan tersebut tidak dihiraukan  oleh Dainer dan rekan-rekannya, seolah - olah mereka kebal hukum. 

"Kelompok 26 ini, diduga telah memanen buah kelapa sawit tersebut sebanyak 20 kali, dengan taksiran perkiraan dalam sekali panen menghasilkan 30 ton. Dengan perkiraan tersebut, klien saya (Jasmen Saragih) mengalami kerugian sekitar Rp 600 juta," tandasnya.
 

Penulis: res. Editor: gun.