HETANEWS

Motivator Pukul Siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang Gara-Gara Salah Tulis 'Goblog'

ilustrasi pemukulan.

 Malang, hetanews.com - Seorang motivator di Kota Malang memukul siswa SMK yang menjadi pesertanya gara-gara salah ketik 'Goblog'. Para peserta yang merupakan siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang sebagian tertawa saat muncul tulisan 'Goblog' menggunakan G tampil di layar LCD.

Sang motivator rupanya tersinggung dengan tawa anak-anak yang mayoritas laki-laki itu. Motivator tersebut meminta yang tertawa untuk mengakui dan diminta maju ke depan.

"Karena ada kesalahan ketik dari yang buat laporan (notulen). Kemudian beberapa siswa ketawa. Ditanya siapa yang tertawa, disuruh maju digampar dan ditempeleng," jelas Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Jumat (18/10).

Yogi mengaku sudah mengantongi identitas sang motivator yang juga pemukul anak-anak tersebut. Saat ini, polisi sedang mengumpulkan keterangan sebagai bahan penyidikan.

"Sudah, identitas sudah dikantongi orang Malang, sekarang kita lakukan penyidikan, kita upayakan kita amankan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video kekerasan tersebar di media sosial saat. Video terebut terjadi di tengah suasana acara Seminar Motivasi Berwirausaha di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Jalan Baiduri Sepah Nomor 27 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Peserta seminar sekitar 80-90 anak yang terdiri dari murid kelas 10, 11 dan 12 untuk Prodi Multimedia Jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Saat motivator Agus Piranhamas menerangkan materi dengan memerintahkan seorang operator muncul tulisan 'Goblok' di layar slide projector, tetapi menggunakan huruf terakhir G atau Goblog.

Beberapa peserta menertawai karena kesalahan tersebut dan oleh motivator dicari peserta yang tertawa. Tetapi tidak ada siswa yang mengakui sehingga membuatnya semakin marah.

Karena merasa tersinggung, kemudian memanggil anak pada baris paling depan dan kedua untuk maju ke depan kelas. Sang motivator kemudian meneriakkan kata 'Goblok' sambil menempeleng anak-anak satu per satu sambil diminta duduk.

"Masih kita lakukan penyidikan, terlapor masih kita cari. Kalau nanti diamankan akan kita informasikan," kata dia. 

Sumber: merdeka.com 

Editor: suci.