Siantar, hetanews.com - Aksi pemerasan terhadap sopir truk di Pematangsiantar viral di sosial media. Ironisnya, pemerasan itu terjadi tak jauh dari kantor Mapolsek Siantar Utara, Polres Pematangsiantar. Sementara itu, Kapolsek mengklaim telah rutin melakukan patroli di wilayahnya.

Pelaku pemerasan terhadap sopir truk di lampu merah Jalan SM Raja, Kecamatan Siantar Utara, berinisial DT (35). Warga Tarutung, Kabupaten Tapunuli memeras sopir truk dengan dalih untuk sumbangan duka.

Rekaman video pelaku premanisme itu pun kemudian bersliweran di jagat maya. Hingga akhirnya Polisi dari unit Jatanras Polres Siantar dibuat geram. Pelaku dalam kurun 1x24 jam setelah videonya viral berhasil ditangkap petugas.

Polisi pun menginterogasi pelaku yang telah membuat resah masyarakat tersebut. Namun sayang, interogasi tampaknya hanya sebatas interogasi, tak lebih dari itu. Polisi dikabarkan tak menjebloskan pelaku ke dalam sel lantaran belum adanya pihak yang keberatan untuk membuat laporan.

Baca juga: Viral di Medsos, Pelaku Pemalak Truk Diciduk Polisi dari Parluasan

Terkait kejadian ini, Kapolsek Siantar Utara, AKP Lintas Pasaribu mengatakan pihaknya telah meningkatkan patroli di sejumlah lokasi yang ditengarai akan terjadi kasus serupa. Klaim Kapolsek setelah kasusnya viral.

"Selama ini, kita rutin dalam melakukan patroli, mau itu malam maupun pada siang hari. Agar masyarakat yang berada di sekitar jalan ini (eks terminal) tidak merasa takut dan resah dengan adanya pemalakan atau pungutan liar," ujarnya kepada hetanews, Kamis 17 Oktober 2019.

Pun, Kapolsek menghimbau masyarakat untuk segera membuat laporan ke pihak berwajib apabila menemukan kejadian serupa di lain hari.

"Apabila ada masyarakat terkena pemalakan dengan orang yang tidak dikenal di sekitar eks terminal, segera membuat laporan ke Polsek Siantar Utara, kita akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut," terang Kapolsek.

Preman Peras Calon Penumpang Bus Terminal

Aksi premanisme di wilayah Polsek Siantar Utara juga bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu, tepatnya Februari 2019, aksi serupa juga pernah menghebohkan warga dan viral di media sosial.

Seorang warga calon penumpang bus diperas oleh dua pria yang disinyalir sebagai preman di eks Terminal Sukadame, Parluasan. Calon penumpang yang belum diketahui identitasnya itu diperas dua pria berinsial HS dan SS, ketika sedang mencari bus untuk ditumpanginya.

Perlakuan terhadap dua preman tersebut oleh polisi juga tak beda dengan pelaku DT, yang memeras sopir truk diatas. Alasannya sama, polisi tak dapat menjerat HS dan SS lantaran tidak adanya laporan pengaduan korban.

Baca juga: Dua Pelaku Pemerasan di Parluasan Buat Ulah, Ancam Warga yang Sebarkan Video

Perlakuan terhadap dua preman tersebut oleh polisi juga tak beda dengan pelaku DT, yang memeras sopir truk diatas. Alasannya sama, polisi tak dapat menjerat HS dan SS lantaran tidak adanya laporan pengaduan korban.