HETANEWS

Ikut Interogasi Ninoy, Polisi Buru Suami Dokter IZH

Ikut Interogasi Ninoy, Polisi Buru Suami Dokter IZH Foto: Detikcom Photo/Lamhot Aritonang

Jakarta, hetanews.com - Polisi mengejar suami dari dokter IZH yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan suami dokter IHZ diburu lantaran ikut melakukan interogasi terhadap Ninoy di Masjid Al-Falah.

"Suaminya (suami dokter IZH) masih DPO. Namanya Shairil Anwar," kata Suyudi saat dikonfirmasi, Kamis (17/10).

Suyudi mengungkapkan IZH dan suaminya berada di lokasi kejadian karena menjadi relawan tim medis untuk memberikan pertolongan bagi para pedemo yang terluka.

"IZH diajak suaminya untuk menjadi relawan medis dalam rangka pengobatan atau perawatan para pendemo yang luka atau terkena gas air mata," tuturnya.


IZH sendiri, kata Suyudi, memang merupakan seorang dokter. Ia diketahui, merupakan seorang lulusan fakultas kedokteran dari sebuah universitas swasta.


Meski berprofesi sebagai dokter, Suyudi mengungkapkan bahwa IZH tidak bekerja di rumah sakit."IZH hingga saat ini tidak bekerja di rumah sakit manapun, hanya bekerja sebagai freelance dokter di rumahnya," ucap Suyudi.


Hingga Jumat (14/10) lalu, polisi telah menetapkan 14 tersangka dalam kasus tersebut. Termasuk salah satunya Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (Sekjen PA) 212 Bernard Abdul Jabbar.


Dalam kasus tersebut, penyidik diketahui sempat memeriksa Sekretaris Umum DPP FPI Munarman dan Jubir PA 212 Novel Bamukmin. Namun, keduanya masih berstatus sebagai saksi.


Dari 14 tersangka tersebut, 13 tersangka menjalani masa penahanan. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.

Ninoy diduga dianiaya sejumlah orang di Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.


Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.


Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan 'Habib' yang mendatangi masjid tersebut. 

Sumber: CNN Indonesia

Editor: tom.