HETANEWS

KPK Tatar Unsur Pengawas BUMN

KPK tatar unsur pengawas BUMN. Foto: Dok medcom.id

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menatar Satuan Pengawas Internal (SPI) dari 20 BUMN dan BUMD. Pelatihan ini untuk meningkatkan kapabilitas anggota SPI.

 
"Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada Pegawai SPI BUMN/D tentang tindak pidana korupsi dan kaitannya dengan operasional BUMN/D," ujar Plh Kabiro Humas Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.

 
Pelatihan yang digelar di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi ini diikuti 40 peserta dari 14 BUMN dan enam anak perusahaannya. KPK berkomitmen membantu menciptakan BUMN bersih melalui SPI yang profesional dalam menjalankan peran dan tugasnya.

"Peran SPI sangat strategis dalam pencegahan korupsi dengan menjalankan fungsi Early Warning System (EWS)," kata Yuyuk.
 
KPK berharap SPI yang kompeten dapat mencegah penyimpangan di tubuh BUMN/BUMD. Hal ini tidak terlepas dari besarnya aset yang dikelola oleh BUMN/BUMD.

 
Catatan KPK, aset BUMN/BUMD lebih dari Rp8.092 triliun dengan kontribusi terhadap penerimaan APBN sebesar Rp422 triliun. Sebanyak 73 dari 1.007 kasus korupsi melibatkan BUMN.

 
Materi pelatihan yang diberikan oleh penyuluh internal KPK mencakup banyak dimensi. Antara lain tentang Dasar Hukum Tindak Pidana Korupsi, Pidana Korporasi, hingga Panduan Cegah Korupsi. Yuyuk menyebut pelatihan ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Pusat Edukasi Antikorupsi dalam mendukung upaya pencegahan korupsi di sektor bisnis.

 
"Khususnya BUMN/D dan anak perusahaannya. Kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan pada 23-25 Oktober khusus untuk PT Pertamina dan 29-31 Oktober untuk BUMN lainnya," kata dia.

 
Peserta pelatihan terdiri dari BUMN dan BUMD seperti PT Aero Wisata, PT Bank Mandiri (Persero), Tbk; PT Bank Syariah Mandiri; PT Jasa Marga (Persero), Tbk; PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero); PT Fintek Karya Nusantara; PT Bukit Asam, Tbk. Selain itu adaPT Angkasa Pura II (Persero); Perusahaan Umum Perikanan Indonesia; PT Pupuk Indonesia Logistik; Perum PPD; PT Industri Telekomunikasi Indonesia; PT Industri Kereta Api (Persero); PT Semen Baturaja (Persero) Tbk; PT Primissima (Persero); PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero); PT Patra Jasa; PT Perkebunan Nusantara IV; PT Phapros, Tbk; dan PT Swabina Gatra.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.