HETANEWS

Penjual Cupang Merangkap Jualan Sabu Diancam Jaksa 7 Tahun Bui

Reban dan Dika, digiring petugas meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Rusdi als Reban (47), yang kesehariannya menjual ikan laga (Cupang), nyambi jualan sabu, akhirnya dituntut 7 tahun denda Rp. 800 juta subsider 3 bulan penjara.

Rusdi disidangkan terpisah dengan terdakwa, Diki Pramana Putra (20), warga jalan Maluku Siantar, yang juga dituntut sama oleh jaksa, Juna Karo-Karo SH, di PN Simalungun, Kamis (17/10/2019).

Keduanya, dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 112 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum menyimpan, menguasai, menjual atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Menurut jaksa, Diki ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, pada Senin, 29 April 2019 lalu, di perumahan Griya Kecamatan Siantar. Dari terdakwa Diki, disita sepaket sabu seharga Rp 100 ribu yang diakui dibeli dari Reban.

Lalu Reban ditangkap, di jalan Manunggal, Kecamatan Siantar Utara, saat sedang beres beres untuk menutup kios jualannya. Polisi menyita perlengkapan alat hisap sabu dan uang Rp.300 ribu.

Bong, kaca pirex, pipa merupakan peralatan yang disimpan dekat jualannya karena baru menggunakan sabu. Sedangkan uang Rp.300 ribu, merupakan hasil penjualan sabu. Rp 100 ribu dari terdakwa Diki, sedangkan sisanya hasil penjualan narkotika dari dua orang laki-laki yang tidak dikenalinya.

Setelah terdakwa dibawa petugas ke Polres dan dipertemukan dengan Diki, warga jalan Manunggal ini, membenarkan telah menjual sabu kepada Diki. Terdakwa Reban dan Diki, didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum, dan secara lisan memohon kepada majelis hakim, agar hukumannya diringankan.

Untuk putusan, ketua majelis hakim, Hendrawan Nainggolan SH, didampingi dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH MH dan Mince Ginting SH, menunda persidangan satu minggu.

Penulis: ay. Editor: gun.