HETANEWS

Jaga Keamanan Bali & Pelantikan Presiden, Polda Bali Libatkan Pecalang

Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose. ©2019

Jakarta, hetanews.com - Pihak kepolisian Polda Bali melibatkan pecalang atau aparat desa untuk ikut serta melakukan pengamanan pelantikan Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'aruf Amin, periode 2019-2024 tanggal 20 Oktober 2019 mendatang.

Terlibatnya para pecalang itu, untuk ikut serta menjaga keamanan di wilayah Bali, khususnya di tempat obyek wisata di Bali.

"Saya mau muncul kekuatan swakarsa. Saya inginkan di Bali bukan hanya aparat dan saya juga berharap para pecalang ini mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk mendukung aparat penegak hukum," kata Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose usai

memberikan arahan kepada seluruh jajaran kepolisian dan pecalang, di Denpasar, Bali, Kamis (17/10).

Petrus juga menjelaskan, untuk secara aturan para pecalang di Bali memiliki kewenangan untuk ikut melakukan pengamanan dan hal itu tertera di dalam Undang-undang RI, Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Pasal 3 Ayat (1) Huruf C. Yakni, pengemban fungsi kepolisian negara Republik Indonesia yang dibantu oleh bentuk -bentuk pengamanan swakarsa.

"Saya berdasarkan dengan undang-undang dan peraturan dan tetap menjaga koridor itu dan tetap setia sebagai aparat negara yang dipercayakan oleh Undang-undang dan tetap menjaga pulau Bali memberikan rasa aman," imbuh Petrus.

Selain itu, kewenangan ini juga tertuang dalam Peraturan daerah Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat Bali mengenai Pecalang. Pasal 1 ayat (9) pecalang desa adat atau Jaga Bhaya Desa Adat atau sebutan lain yang selanjutnya disebut pecalang adalah satuan tugas keamanan tradisional Bali yang dibentuk oleh desa adat yang mempunyai tugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah di wewidangan Desa adat.

Pasal 47 ayat (1) melaksanakan tugas dalam bidang keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat dalam wewidangan desa adat dan Ayat (3) pecalang memiliki tugas partisipasi dalam membantu tugas aparat keamanan negara setelah berkoordinasi dengan prajuru desa ada.

"Kalau kita lihat bersamaan-sama ini bahwa mewakili rakyat Bali para pecalang tadi mereka bersama-sama mereka adalah penanggung jawab suakarsa yang berasal dari desa adat masing-masing sudah bersama-sama dengan kami untuk menyatakan mewakili seluruh Bali," ujar Petrus.

Untuk pengamanan, seluruh pecalang yang ada di Bali ikut dilibatkan dalam pengamanan disetiap sudut Bali. Polda Bali juga menerjunkan sekitar 13 ribu anggota yang ditempatkan diseluruh tempat di Bali.

Selain itu, Petrus juga memastikan keamanan di Bali tetap aman pasca penangkapan dua terduga teroris AT (45) dan ZAI (14), jaringan Abu Rara yang merupakan penusuk Menkopolhukan Wiranto.

"Kalau pengamanan kita lakukan secara keseluruhan tetapi yang kita kedepankan bukan hard power tapi soft power untuk menjaga dan mengamankan terlaksana kembali pelantikan Presiden kita 2019 sampai 2024," ujar Petrus.

Sumber: merdeka.com

Editor: suci.