HETANEWS

Kejati Sumut Tahan Tersangka Korupsi Pembangunan Runway Bandara Lasondre Nias Selatan

Medan, hetanews.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) menahan IKI (51), tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan runway, taxiway dan apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, senilai Rp14,7 miliar tahun 2016. IKI berstatus ASN di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian mengatakan, tersangka ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Rabu (16/9/2019). Usai diperiksa, IKI digiring petugas keamanan Kejati Sumut masuk ke dalam mobil tahanan untuk dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan.

“Tersangka diperiksa mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB di sebuah ruangan penyidik Pidsus Kejati Sumut,” ujar Sumanggar Siagian di Medan, Rabu (16/9/2019).

Sumanggar mengatakan, IKI merupakan kuasa pengguna anggaran (KPA) pada paket pengerjaan peningkatan runway, taxiway dan apron di UPBU Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan.

Kejati Sumut juga sebelumnya telah menahan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi itu. Keempatnya yakni, AF (34), Kasubag Umum dan Kepegawaian Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II Medan Kualanamu. AF menjabat ketua pokja paket pekerjaan peningkatan PCN Runway, Taxiway dan Apron di UPBU Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan.

Tersangka lainnya, IPR (47), ASN Otoritas Banda Udara Wilayah II yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pengerjaan proyek itu. Kemudian, AH (45) pihak rekanan yang menjabat Direktur II PT Mitra Agung Indonesia dan DCN (38), Direktur PT Harawana Konsultan.

Kasus dugaan korupsi ini terjadi pada tahun 2016. Saat itu UPBU Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, mengadakan kegiatan pekerjaan peningkatan Pavement Classification Number (PCN) runway, taxiway, apron dengan AC-Hotmix, termasuk marking volume 45.608 meter persegi (M2). Pekerjaan itu menggunakan anggaran senilai Rp27 miliar bersumber dari APBN Kementerian Perhubungan.

Setelah melalui tahapan proses pelelangan Pokja ULP menetapkan pemenang lelang, yaitu PT Mitra Agung Indonesia dengan AH sebagai Direktur II. Penandatanganan kontrak dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan nilai Rp26,9 miliar. Sementara untuk pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT Harawana Consultant dengan direkturnya DCN.

Pembayaran proyek telah dilakukan hingga termin IV mencapai 80 persen senilai Rp19,8 miliar. Namun, kelengkapan dokumen setiap termin tidak dilengkapi pada waktu pengajuan pencairan dana termin I sampai IV. Sementara kemajuan hasil pekerjaan hanya mencapai 43,80 persen.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Ahli Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, ditemukan bahwa volume pekerjaan yang terpasang hanya 20 persen. Pekerjaan juga tidak sesuai dengan yang dilaporkan PT Harawana Consultant.

Auditor dari Kantor Akuntan Publik Pupung Heru selanjutnya mengaudit proyek tersebut. Hasilnya, negara mengalami kerugian dalam peningkatan PCN UPBU Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp14,7 miliar.

“Tersangka melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Sumanggar.

sumber: inews.id

Editor: sella.