HETANEWS

Prestasi Timnas Jeblok, Suporter Indonesia Tuntut Perubahan di Tubuh PSSI

Aksi suporter Timnas Indonesia ketika mendukung timnas melawan Thailand (Antara/Hafidz Mubarak)

Jakarta, hetanews.com - Buruknya penampilan timnas Indonesia di fase Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia membuat mayoritas suporter kecewa. Untuk itu, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) meminta PSSI melakukan perubahan menyeluruh di jajaran pengurusnya.

"Kekalahan demi kekalahan yang diderita Timnas Indonesia saat kualifikasi Piala Dunia 2022 begitu menyakitkan bagi suporter. Empat pertandingan tanpa mendapat satu pun poin jelas menandakan banyak kesalahan yang dilakukan oleh PSSI sebagai induk organisasi sepak bola Indonesia," tulis PSTI dalam rilis yang diterima medcom.idpada Rabu (16/10/2019).

"Sebenarnya di grup kualifikasi kali ini adalah kesempatan kita mendapatkan hasil yang bagus karena berisikan negara-negara yang harusnya selevel dengan kita dan juga tidak asing bagi Timnas kita karena sering bertemu ditingkat regional," lanjut pernyataan tersebut.

PSTI menilai kinerja Simon memang tak memuaskan. Tapi, hal itu dianggap sebagai kesalahan PSSI dalam memilih pelatih pengganti Luis Milla.

 
"Simon McMenemy sebagai pelatih memang tidak bisa disalahkan begitu saja karena memang hanya segitu kualitas yang dimilikinya. Tapi kita bisa melihat pada bagaimana pemilihan pelatih tersebut untuk timnas, Simon tidak memiliki track record yang membanggakan selama karier kepelatihannya," tegas pernyataan itu.

 
"Di situ kita melihat kesalahan fatal yang dilakukan federasi setelah kasus Luis Milla akibat miss management yang dilakukan PSSI. Sistem yang ada di tubuh PSSI membuka peluang para pengurusnya terlibat pengaturan skor sehingga 17 pengurusnya saat ini menjadi tersangka. Belum lagi bagaimana sistem pemilihan pelatih hingga pemain yang disinyalir juga terjadi praktik KKN," tutup pernyataan itu.

 
Melihat hal tersebut, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyatakan:

 
1. Menolak pertanggung jawaban pengurus PSSI saat ini karena telah gagal dalam mengemban tugas memperbaiki sepak bola Indonesia dan juga terbukti sebagian pengurusnya ikut serta dalam proses rusaknya sepak bola Tanah Air.

 
2. Menolak kembalinya orang-orang lama terutama yang memiliki dosa-dosa masa lalu dalam kepengurusan PSSI selanjutnya.

 
3. Meminta kepengurusan yang baru pasca KLB PSSI 2 November mendatang berani melakukan perubahan fundamental pada sistem persepak bolaan Indonesia.

 
4. Mengajak seluruh stake holder sepak bola segera membuat payung hukum untuk supporter.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.